Takut Tsunami, Ribuan Warga Mentawai Masih di Perbukitan

Takut Tsunami, Ribuan Warga Mentawai Masih di Perbukitan

- detikNews
Sabtu, 09 Apr 2005 13:29 WIB
Padang - Ribuan warga Mentawai hingga kini masih bertahan di daerah yang tinggi dan perbukitan, Sabtu (9/4/2005). Mereka masih takut dan khawatir akan terjadi gempa dan tsunami di daerah tersebut.Ribuan warga yang mengungsi di perbukitan itu berasal dari tiga desa. Ketiga desa itu antara lain Muara Siberut, Muntei dan Mailepet. Ketiga desa ini berada di kecamatan Siberut Selatan.Di daerah perbukitan itu mereka mendirikan puluhan tenda sederhana dan darurat. Terbuat dari bahan apa saja, yang penting bisa untuk berteduh. Jarak dari desa mereka ke daerah perbukitan sekitar 3 kilometer.Pemerintah kabupaten Mentawai saat ini sudah meminta warga untuk mendirikan posko darurat. Dimana jika terjadi bencana atau tsunami posko itu yang nantinya akan menginformasikannya ke gereja dan masjid. Kemudian dari masjid dan gereja info itu disebarkan ke masyarakat.Yustinus, tokoh masyarakat Siberut Selatan saat dihubungi detikcom hari ini menyatakan, pemerintah saat ini memang belum mengeluarkan keputusan apa-apa soal gelombang pengungsian itu. "Bahkan aparat polisi yang seharusnya menjaga ada yang mengungsi di bukit," tegasnya.Sementara petugas observer BMG Padang Panjang, Bayu saat dihubungi detikcom dalam kesempatan terpisah menyatakan, sejak sejak terjadinya gempa di Nias BMG Padang Panjang sudah mencatat sebanyak 500 kali getaran gempa di wilayah Sumatera Barat. "Pusat gempa di Nias, Bengkulu, Menwatai dan laut Sibolga. Kekuatan gempanya antara 2-5 skala richter," tegasnya. Dan yang paling banyak mendominasi adalah kekuatan 4 skala richter,Bayu mengimbau agar masyarakat jangan terlalu panik karena banyaknya gempa susulan itu mengurangi energi gempa berkekuatan besar yang dikhawatirkan masyarakat itu.Pada pagi ini BMG mencatat 4 kali terjadi gempa yang terasa di daerah Sumatera Barat. Pusat gempanya di Mentawai, berkekuatan 4,0 skala richter pada kedalaman 30-60 kilometer di bawah laut dan terasa di Pariaman. Sedangkan gempa sebanyak 3 kali terjadi Nias dan yang paling besar berkekuatan 4,9 skala richter pukul 07.55 WIB waktu tercatat di Padang Panjang. (mar/)


Berita Terkait