Ketua DPR Apresiasi Polri yang Berantas Teroris

Ketua DPR Apresiasi Polri yang Berantas Teroris

Aditya Mardiastuti - detikNews
Rabu, 21 Des 2016 20:12 WIB
Ketua DPR Apresiasi Polri yang Berantas Teroris
Setya Novanto. Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Jakarta - Ketua DPR RI Setya Novanto mengapresiasi kinerja Polri yang berhasil mengamankan aksi teror di beberapa tempat. Dia menyebut Polri sudah bekerja keras menjamin rasa aman bagi masyarakat.

"Saya mengapresiasi aparat keamanan dalam hal ini Polri, yang senantiasa siap siaga 24 jam dalam menjamin rasa aman kita dari berbagai kekhawatiran yang setiap saat mengintai. Petugas kepolisian nampaknya tidak tidur untuk menjamin agar segala aktivitas warga berjalan baik, lancar, tenang dan damai," kata Novanto dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (21/12/2016).

Novanto mengatakan pihaknya berkomunikasi dengan Kapolda Metro Jaya M Iriawan untuk memberi tahu perkembangan terakhir kejadian ini. Ketua Umum Golkar itu menyayangkan ada pihak yang mengancam keamanan negara Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Namun kita juga menyayangkan segelintir orang yang juga seolah tidak pernah usai memberi rasa cemas dan mengancam kehidupan manusia, warga negara khususnya Rakyat Indonesia," ujar dia.

Novanto menyebut oknum itu tidak pernah usai menunjukkan eksistensi mereka dengan cara-cara tidak simpatik dan berperikemanusiaan. Dia mengajak masyarakat tetap waspada terhadap ancaman teror.

"Kita harus tetap waspada, sebagaimana imbauan Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian yang menyatakan bahwa potensi dan ancaman bom masih berkeliaran di sekitar kita. Mereka mungkin ada di sekitar kita, tidak kita sangka dan duga. Tidak kita ketahui," tuturnya.

Novanto kemudian mengimbau masyarakat yang melihat gerak-gerik mencurigakan agar tidak segan lapor ke polisi. Hal itu demi mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

"Segera laporkan ke petugas kepolisian jika melihat orang-orang atau kegiatan-kegiatan yang mencurigakan, untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan. Selain itu, kita semua harus ingat dan menjalankan komitmen nasional kita, komitmen sebagai anak bangsa yang menjaga kedaulatan RI dari ancaman perpecahan dan ancaman pemahaman radikal," bebernya.

Politikus partai berlambang beringin itu sepakat, program deradikalisasi harus digalakkan. Dia menyebut radikalisme sudah mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

"Program deradikalisasi dengan berbagai bentuknya harus senantiasa digalakkan dan disuarakan serta diimplementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari," jelas Novanto.

"Radikalisme memasuki dan mengintai setiap sendi masyarakat yang rapuh akan paham kemanusiaan, goyah akan pentingnya persatuan dan kesatuan serta kebhinnekaan, sehingga wajib bagi kita untuk selalu ingat dan mengingatkan atas komitmen kita tersebut," sambung dia.

Novanto mengajak seluruh elemen bangsa untuk sadar bahaya radikalisme. Cara melawan bahaya itu, kata Novanto, dengan kerja sama semua pihak.

"Kita harus menujukkan kepada diri kita sendiri, kepada sesama kita, kepada generasi masa depan bahwa radikalisme adalah ancaman nyata dan serius. Melawannya harus dengan dukungan yang melibatkan seluruh komponen bangsa dengan seluruh sumber daya yang kita miliki," tutup dia.

Sebelumnya Tim Densus 88 Antiteror melakukan operasi penyergapan terduga teroris di 4 daerah. Total ada 7 terduga teroris yang ditangkap, 3 orang di antaranya tewas karena melakukan perlawanan.

Empat lokasi penyergapan itu diantaranya di Tangerang Selatan, Payakumbuh Sumatera Barat, Deli Serdang di Sumatera Utara dan Batam. Pelaku teror selain di Tangerang Selatan diduga terkait jaringan Katibah Gonggong Rebus (KGR).
Halaman 2 dari 2
(ams/bag)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads