Cegah Teroris, Airin: Tamu di Tangsel Wajib Lapor, Penghuni Kos Setor KTP

Bom Aktif di Tangsel

Cegah Teroris, Airin: Tamu di Tangsel Wajib Lapor, Penghuni Kos Setor KTP

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Rabu, 21 Des 2016 19:37 WIB
Cegah Teroris, Airin: Tamu di Tangsel Wajib Lapor, Penghuni Kos Setor KTP
Wali Kota Tangsel, Airin. Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta - Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany mendatangi lokasi penemuan bom aktif di Kampung Curug, Kelurahan Babakan, Setu. Airin menegaskan Pemkot selalu memberikan sosialisasi agar tamu yang menginap di rumah warga yang ada di daerahnya wajib lapor ke pihak kelurahan.

Penegasan ini disampaikan Airin terkait penyergapan Densus 88 Antiteror pada pagi tadi. Pemkot Tangsel pun menyoroti soal wilayahnya yang kerap dijadikan tempat huni bagi teroris.

"Ini jadi pembelajaran bagi kita bersama, berkali-kali Tangsel menjadi tempat teroris untuk tinggal," ujar Airin usai meninjau lokasi kejadian, Rabu (21/12/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Airin menegaskan, pihaknya telah membuat aturan soal tamu yang wajib melapor jika menginap di rumah warga yang berada di wilayah Tangsel. Salah satunya adalah Perda Nomor 9 Tahun 2012 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat.

"Sosialisasi tamu wajib lapor. (Penghuni) kos-kosan juga harus mencantumkan KTP dan membuat pembukuan," tambah Airin.

Soal kasus ini, Airin juga mengingatkan kepada semua warganya agar peduli terhadap lingkungan masing-masing. Terutama terhadap tetangganya.

"Kita harus peduli terhadap tetangga kiri kanan. Dan apabila ditemukan ada hal yang mencurigakan segera lapor ke pihak yang berwajib," kata dia.

Airin mengingatkan kepada semua pihak yang berada di wilayah Tangerang Selatan, termasuk perangkat pemerintah hingga satuan paling bawah. Tamu yang tidak melapor kepada aparatur setempat menurutnya akan mendapat sanksi.

"Setiap tamu yang datang 1x24 jam wajib lapor. Bahkan kita juga sudah mengantisipasi bahwa kos-kosan wajib lapor ke lurah. Sanksinya ada, sosialisasi sudah," terang Airin.

"PR (Pekerjaan Rumah) kita kewaspadaan tidak boleh berhenti, harus terus menerus dan kontinyu dan bagaimana kita peduli satu dan lainnya. Kalau aturan sudah ada sekarang tinggal sosialisasi, waspadanya lebih lagi koordinasi antara sesama masyarakat," imbuh dia.

Tiga orang teroris yang tewas setelah ditembak Densus 88 karena melakukan penyerangan dipastikan Airin bukanlah warga Tangsel. Politisi Golkar itu juga memberi apresiasi kepada Polri, khususnya Densus 88, karena menangani kasus teror ini dan tak ada korban dari pihak warga.

"Kita kedatangan tamu bukan warga Tangsel. Ada yang dari Tangerang, ada yang dari Tasik dan ada yang dari Jakarta. Terimakasih kepada Densus 88 yang sudah mematahkan," tutur Airin.

"Terimakasih kepada densus yang sudah menemukan sehingga bisa mengantisipasi tidak terjadi ledakan di tempat yang umum," sambungnya.

Seperti diketahui, Densus 88 berhasil mengamankan bom aktif di Tangsel yang rencananya diledakkan pada momen akhir tahun. Tiga teroris yang tewas adalah Omen, Helmi, dan Irwan. Satu orang lain yang masuk dalam kelompok ini, Adam, ditangkap dalam keadaan hidup. (elz/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads