Honor Tak Dibayar, Puluhan Guru Datangi DPRD Aceh
Sabtu, 09 Apr 2005 12:58 WIB
Banda Aceh - Puluhan guru bantu dan guru honor se-Banda Aceh mendatangi gedung DPRD Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) meminta agar anggota dewan mendesak pemerintah setempat untuk segera membayar honor mengajar yang belum dibayar sejak Januari 2005."Padahal dana untuk guru bantu itu sudah ada anggarannya, sudah ada uangnya. Tapi kenapa Pemda dan Dinas Pendidikan tidak memberikan hak kami. Jangankan bantuan, uang kami saja tak diberi," keluh Cut Aklima Hamid, salah seorang guru Bantu di SMU Ulee Kareng, Banda Aceh, di gedung DPRD NAD, Banda Aceh, Sabtu (9/5/2005).Selain guru bantu, menurut Cut Aklima, guru-guru honor juga belum menerima gaji. "Kemana lagi kami mengadukan nasib kami ini," kata dia sambil mengatakan pendapat guru bantu untuk semua tingkatan sebesar Rp 600 ribu per bulan. Dalam kesempatan itu, Cut Aklima meminta agar guru-guru Bantu yang berusia di atas 35 tahun bisa diangkat menjadi PNS. Karena banyak di antara mereka yang sudah mengabdi lebih dari 5 tahun. "Kami dengar, katanya pemerintah mau mendatangkan guru bantuan dari luar daerah untuk membantu Aceh. Kenapa tidak kami saja yang diberdayakan di sini. Masih banyak kami di sini. Jadi, tolonglah perhatikan nasib kami," lanjutnya. Para guru bantu dan guru honor ini secara bergantian mendatangi gedung DPRD NAD karena jadwal mereka mengajar di sekolah masing-masing. "Kasihan anak-anak di sekolah kalau kita tinggal. Jadi kami bergantian datang. Apalagi, belum ada perwakilan kami yang bisa bertemu dengan para anggota DPRD. Katanya mereka masih rapat," tandas Cut Akllima.
(aan/)











































