Eskalasi di Suriah Meningkat, RI Belum Berpikir Pindahkan KBRI Damaskus

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Rabu, 21 Des 2016 16:35 WIB
Foto: REUTERS/Omar Sanadiki.
Jakarta - Eskalasi konflik di Suriah semakin meningkat, terutama di wilayah Aleppo. Meski demikian, Indonesia belum berpikir memindahkan KBRI Damaskus.

"Belum ada pemikiran untuk memindahkan KBRI (Damaskus) saat ini. Jangankan untuk memindah, untuk menutup KBRI pun belum ada pertimbangan," jawab Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Lalu Muhammad Iqbal.

Iqbal menyampaikan hal itu saat ditanya wartawan tentang nasib KBRI Damaskus dan WNI di Suriah di Midori Restaurant, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Rabu (21/12/2016). KBRI Damaskus masih aman karena jauh dari Aleppo.

"Wilayah Aleppo itu relatif lebih jauh dari Damaskus. Jadi kalau kondisi fisik KBRI Damaskus sendiri masih aman," jelasnya.

Sedangkan jumlah WNI di Suriah, Iqbal melansir data per tahun 2012 mencapai 12.572 orang. Dan yang telah dievakuasi, sudah lebih dari jumlah WNI di Suriah per tahun 2012 itu.

"Nah jalan yang sudah dievakuasi sudah lebih dari jumlah itu, tapi ternyata masih ada yang tinggal di Lattakia, di Homs, di Aleppo yang meminta bantuan kita. Dan kita tetap memberi bantuan itu. Artinya ada arus masuk lagi dari Indonesia setelah kita menutup pengiriman TKI ke Suriah," paparnya.

Sebelumnya, KBRI Damaskus menyatakan seluruh WNI di Suriah kondisinya dalam keadaan aman.

"Kondisi WNI di Suriah aman," jelas Pejabat Fungsi Pensosbud KBRI Damaskus AM Sidqi saat dikonfirmasi detikcom, Senin (19/12/2016) malam.

Menurut Sidqi, KBRI Damaskus memiliki tiga penampungan di tiga kota yang berada di Suriah. Para WNI tersebar di sejumlah titik tempat perlindungan.

"Sebanyak 22 TKI di shelter Damaskus, 2 di shelter Lattakia, dan 4 di Allepo. Pelajar 26 orang dan staf KBRI 20 orang," jelas Sidqi. (nwk/ita)