Bom Aktif di Tangsel

Penjelasan Lengkap Polri Soal Bom Aktif di Tangsel, Begini Kronologinya

Bertanius Dony - detikNews
Rabu, 21 Des 2016 12:51 WIB
Foto: Kombes Awi (kiri) dan Brigjen Rikwanto (kanan) jumpa pers soal bom Tangsel/ Dony detikcom
Jakarta - Bom aktif ditemukan di sebuah kontrakan di Setu, Tangerang Selatan. Satu teroris dibekuk. Sedangkan tiga teroris lainnya ditembak setelah melempar bom.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Rikwanto, menjelaskan penggerebekan itu dilakukan tim Densus 88 Antiteror di rumah kontrakan yang dihuni oleh tiga pria bernama Omen, Helmi, dan Irwan, yang beralamat di Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Serpong, Tangerang Selatan, pada Rabu, 21 Desember 2016.

Berikut ini kronologinya:

Rabu, 21 Desember 2016
Pukul 08.00 WIB

Tim Densus 88 Antiteror melakukan penyergapan teroris di Setu, Tangsel. Penyergapan berawal dari penangkapan seorang pria yang bernama Adam. Saat itu, Adam sedang keluar dari kontrakan dan mengarah ke Jalan Raya Serpong.

Adam kemudian diamankan dan langsung diinterogasi. Dari keterangan Adam, diperoleh informasi yang menyebut ada 3 pria yang menghuni sebuah kontrakan dan mempunyai rencana akan melakukan amaliyah (aksi teror bom).

Bentuknya adalah menyerang pos kepolisian dengan lebih dulu melakukan penusukan terhadap anggota dan, setelah masyarakat ataupun anggota kepolisian lainnya berkumpul, barulah dia datang membawa bom dan meledakannya. Jadi datang dengan niat bom bunuh diri.


Pukul 09.45 WIB


Dari informasi tersebut, kemudian ditelusuri lokasi kontrakannya sesuai dengan petunjuk Adam. Rumah kontrakan itu akhirnya diketahui berada di Babakan, Setu, Tangsel.

Dari dalam sudah terdeteksi 3 orang dan sudah diminta menyerah. Namun ada perlawanan dari pihak teroris teman Adam dengan salah satunya melakukan pelemparan bom.

"Alhamdulillah bom tidak meledak dan langsung dilakukan tindakan tegas dengan melumpuhkan mereka," kata Rikwanto.

Setelah suasana aman, terlihat tiga orang. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan sementara dan dinyatakan sudah tidak bernapas alias meninggal dunia. Tampak di situ sebuah bom yang cukup besar, buatan tangan, dan Densus tidak berani memegangnya. Kemudian dilakukan pemanggilan terhadap satgas bom dan saat ini dilakukan upaya penelitian apakah bom itu bisa diamankan dan harus disposal di tempat.

Sedangkan ketiga orang yang meninggal dunia masih di TKP. Rencananya, akan dilakukan evakuasi bersamaan dengan penjinakan bom. Dikhawatirkan, apabila ada yang bergeser dalam posisi tertentu dalam ruang tersebut, hal itu akan memicu terjadinya ledakan. "Setelah kami telusuri, kami lakukan pemeriksaan jenazah dan konfirmasi kepada Saudara Adam. Kami dapatkan tiga orang teroris yang tertembak ini atas nama Omen, Helmi, dan Irwan. Mereka sedang dievakuasi saat ini bersamaan dengan evakuasi bom," ujar Rikwanto.





(aan/tor)