"Gempa bumi Laut Banda ini jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya merupakan jenis gempa bumi menengah, sehingga wajar jika guncangannya dirasakan dalam wilayah yang luas. Gempabumi ini terjadi akibat aktivitas subduksi Banda dengan laju sekitar 20 mm per tahun ke arah barat laut di Cekungan Weber bagian selatan," tutur Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Drs. Mochammad Riyadi, M.Si.
Hal itu disampaikan Riyadi dalam keterangan tertulis yang diterima Rabu (21/12/2016). Cekungan laut dalam di Banda, imbuh Riyadi, populer disebut sebagai zona Deep Weber.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gempa 6,6 SR hari ini terletak pada 7,75 LS dan 128,01 BT, tepatnya di Laut Banda pada jarak 357 km arah barat barat laut Kota Saumlaki dengan kedalaman 173 km.
Peta tingkat goncangan BMKG menunjukkan bahwa dampak gempabumi berupa guncangan dirasakan dalam wilayah luas seperti di Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Kei Kecil, Pulau Damar, Pulau Moa, Pulau Timor, Pulau Wetar dan Pulau Alor, pada skala intensitas II SIG-BMKG atau III MMI.
Menurut laporan, goncangan gempa bumi ini dirasakan oleh banyak orang bahkan beberapa warga berlarian keluar rumah karena panik. Namun demikian hingga saat ini belum ada laporan kerusakan sebagai akibat dampak gempa bumi. (nwk/try)











































