"Kita sudah turunkan semua, kita mulai dari preventif, preemtif, kita dekati ormas-ormas untuk bisa persuasif bahwa itu (sweeping) adalah tidak boleh," kata Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan saat dihubungi detikcom, Selasa (20/12/2016) malam.
Sebab, lanjut Anton, hanya petugas berwenang yang boleh melaksanakan sweeping.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, pengamanan menjelang Natal dan tahun baru juga akan ditingkatkan. Personel kepolisian akan dikerahkan untuk bersiaga di gereja-gereja ataupun lokasi yang dinilai rawan.
"Di setiap gereja, terutama daerah-daerah yang dinilai cukup rawan dan akan menimbulkan kerawanan, sudah kita antisipasi. Mungkin sekarang antisipasi agak lebih ekstra dengan adanya kejadian di Turki, karena di sini juga merupakan salah satu daerah kantong ideologi radikal," ujarnya.
Karena itu, Anton menjelaskan, pola pengamanan disiapkan, baik pengamanan terbuka maupun tertutup, hingga melibatkan unsur TNI. Selain itu, pengamanan di tempat-tempat tertentu akan diperketat dengan menggunakan metal detector, Jihandak, dan lainnya.
(idh/idh)











































