"Kita mengajak masyarakat untuk kritis. Kenapa, ya, ada yang mengadakan survei begitu rutin?" tanyanya kepada wartawan di Jalan Asia Baru RT 06 RW 04, Kelurahan Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (20/12/2016).
Untuk melakukan survei, biaya yang dikeluarkan tidaklah murah. Sebagai mantan peneliti senior LSI, Anies mengaku paham soal biaya survei yang mahal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang saya enggak tahu (berapa biayanya). Saya banyak mengerjakan survei di 2006-2007, biayanya mahal. Kalau begitu ada yang menyelenggarakan survei terus-menerus, maka tanyakan ada apa di balik ini," pesannya.
Meski banyak lembaga survei yang memberi penilaian terhadapnya, Anies lebih memilih konsentrasi pada program yang akan diusungnya. Dia juga meminta masyarakat lebih membandingkan cagub-cawagub yang ada tanpa terbawa opini dari survei.
"Saya enggak mau tanya sih (kenapa banyak survei), saya akan konsentrasi di program kita. Dan semua lembaga survei bebas saja melakukan survei. Saya mengajak masyarakat untuk membandingkan calon, dan tidak terbawa pada opini apa pun," katanya. (idh/idh)










































