"Kami akan menindak tegas bila ada ormas yang lakukan ancaman sweeping di pertokoan, mal dan pasar di Purwakarta terhadap karyawan Muslim yang memakai atribut Natal maupun pemaksaan pemakaian atribut pernak pernik Natal oleh pemilik toko nonmuslim terhadap karyawan yang beragama Islam," ujar Kapolres Purwakarta AKBP Hanny Hidayat kepada detikcom, Selasa (20/12/2016).
Foto: Dok. Istimewa |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lain hal apabila atas kesadarannya dilakukan oleh karyawan toko yang beragama Islam, ini kan bentuk toleransi dalam menghormati agama lain," sambung Hanny.
Untuk mencegah hal itu, Polres Purwakarta telah mengumpulkan sejumlah ormas Islam di antaranya Front Pembela Islam (FPI) serta sejumlah tokoh agama dan pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Purwakarta, serta Pemkab Purwakarta.
Rapat lintas sektoral tersebut sekaligus membahas rencana pengamanan Natal dan Tahun Baru. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres mengimbau kepada para tokoh agama dan ormas untuk ikut menciptakan suasana yang kondusif selama perayaan Natal dan Tahun Baru.
"Kami juga mengajak masyarakat Purwakarta, khususnya untuk menjaga kerukunan antarumat beragama dan ke-bhinneka-an," imbuh Hanny.
Hanny juga mengimbau kepada para tokoh dan ormas untuk memberikan informasi kepada aparat polisi apabila ada ormas garis keras yang tidak mendukung toleransi umat beragama di Kabupaten Purwakarta.
Pengamanan Natal Libatkan Banser
Terkait pengamanan Natal dan Tahun Baru, Polres Purwakarta telah menyiapkan rencana pengamanan. Polisi juga akan melibatkan Banser (Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama) untuk menjaga keamanan wilayah Purwakarta selama perayaan Natal tersebut.
Foto: Dok. Istimewa |
"Pada acara puncak Natal tahun sebelumnya beberapa gereja di Purwakarta selalu dilakukan pengamanan dengan melibatkan Banser pemuda Ansor dan Pemuda Pancasila. Hal ini sebagai wujud kepedulian tentang pentingnya menjaga keamanan bersama khususnya di Purwakarta dan patut dipertahankan," jelas Hanny.
Pihak gereja juga diimbau untuk menerima keberadaan Polri maupun ormas tertentu yang melakukan pengamanan di gereja pada saat ibadah misa.
"Pihak FPI siap bekerja sama dengan Polri dalam memelihara keamanan dan toleransi beragama dan jika ada pergerakan apapun berjanji akan memberitahukan kepada Polri," pungkas Hanny. (mei/dhn)












































Foto: Dok. Istimewa
Foto: Dok. Istimewa