Sidang Suap Irman Gusman

Setujui Pembelian Gula, Dirut Bulog Tegaskan Tak Ada Tekanan dari Irman Gusman

Rina Atriana - detikNews
Selasa, 20 Des 2016 18:05 WIB
Dirut Bulog Djarot Kusumayakti bersaksi untuk terdakwa mantan Ketua DPD Irman Gusman dalam sidang kasus suap kuota impor gula di Pengadilan Tipikor (agung/detikcom)
Jakarta - Dirut Bulog Djarot Kusumayakti sempat dihubungi Ketua DPD Irman Gusman. Irman menitipkan temannya, Memi, agar mendapat kuota pembelian gula impor dari Perum Bulog untuk Provinsi Sumatera Barat.

Di hari yang sama setelah ditelepon Irman, Djarot langsung menghubungi Memi hingga akhirnya perusahaan Memi mendapat kuota pembelian gula. Ditanya majelis hakim tipikor, Djarot yakin kuota 1000 ton yang didapatkan perusahaan Memi tak dipengaruhi oleh telepon dari Irman Gusman sebelumnya.

"Sebegitu peduli saudara?" tanya hakim Anshori kepada Djarot saat Djarot menjadi saksi untuk Irman Gusman di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (20/12/2016).

"Mohon maaf fungsi manajemen dalam kondisi seperti waktu itu di mana harga gula begitu tinggi," jawabnya.

"Bukan karena sebelumnya telah ditelepon Pak Irman Gusman?" tanya Anshori lagi.

"Insya Allah tidak Bapak," jawab Djarot.

"Yang saudara alami saja disampaikan," lanjut Anshori.

"Tidak Bapak," tegasnya.

Djarot menjelaskan, secara kebetulan Irman Gusman menelepon 2 hari setelah gula impor baru saja tiba di gudang di Kepala Gading, Jakarta. Bulog juga kebetulan tengah mencari distributor untuk mendistribusikan gula tersebut.

"Ini secara kebetulan pada saat saya butuh orang untuk mau mendistribusikan gula dengan cepat. Kemudian ada informasi yang kebetulan diberikan Pak Irman Gusman, menurut saya ini peluang untuk saya bisa segera bertindak cepat," ujar Djarot.

"Kami baru memiliki gula 20 Juli. Itu gula pertama masuk gudang di Kelapa Gading, Jakarta. Artinya, pada saat telepon tanggal 22 tersebut, untuk saya merupakan sesuatu yang sangat kebetulan, saat gula ada, harga tinggi, kemudian ada informasi tentang yang katanya pengusaha yang baik. Makanya menurut saya ini peluang yang harus saya explore yang harus saya tindaklanjuti," jelasnya.

Djarot menegaskan, tak ada pengaruh tekanan dari Irman Gusman hingga membuat Memi mendapat kuota pembelian gula impor.

"Pengaruh tekanan tidak ada, adanya pengaruh kesempatan. Di saat saya membutuhkan ada informasi tersebut," tegasnya. (rna/asp)