Adami masuk ke KPK sekitar pukul 09.30 WIB, Selasa (20/12/2016). Adami yang telah berstatus sebagai tersangka itu lalu keluar sekitar pukul 16.45 WIB.
"Pak Fahmi di mana?" tanya wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fahmi yang dimaksud adalah Direktur PT MTI yang bernama lengkap Fahmi Darmawansyah. Dia merupakan salah satu dari 4 tersangka yang telah ditetapkan KPK berkaitan dengan kasus suap di Bakamla.
Namun keberadaan Fahmi belum diketahui. KPK hanya menyebut Fahmi telah berada di luar negeri sebelum KPK melancarkan operasi tangkap tangan.
Fahmi disangka menyuap Deputi Informasi Hukum dan Kerja Sama Bakamla Eko Susilo Hadi yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Selain itu, dua pegawai PT MTI, yaitu Hardy Stefanus dan Muhammad Adami Okta juga ditetapkan sebagai tersangka.
PT MTI merupakan pemenang lelang pengadaan satelit monitoring di Bakamla. Eko, yang merupakan kuasa pengguna anggaran (KPA), disebut KPK berperan untuk memenangkan PT MTI tersebut.
Untuk tersangka Fahmi, penyidik KPK sudah mengetahui keberadaannya di luar negeri. Kini, Fahmi diimbau untuk segera menyerahkan diri secara kooperatif. (dhn/dhn)











































