Cerita Dirut Bulog Saat Dihubungi Irman Gusman Terkait Pembelian Gula Impor

Sidang Suap Irman Gusman

Cerita Dirut Bulog Saat Dihubungi Irman Gusman Terkait Pembelian Gula Impor

Rina Atriana - detikNews
Selasa, 20 Des 2016 17:38 WIB
Cerita Dirut Bulog Saat Dihubungi Irman Gusman Terkait Pembelian Gula Impor
Dirut Bulog Djarot Kusumayakti bersaksi untuk terdakwa mantan Ketua DPD Irman Gusman dalam sidang kasus suap kuota impor gula di Pengadilan Tipikor (agung/detikcom)
Jakarta - Direktur Utama Badan Urusan Logistik (Bulog) Djarot Kusumayakti mengakui pernah dihubungi Ketua DPD Irman Gusman terkait pembelian gula impor. Perbincangan lewat telepon tersebut terjadi pada 22 Juli 2016, beberapa setelah hari raya Idul Fitri.

"Isinya kurang lebih beliau mengatakan baru pulang dari Padang, kemudian menginformasikan bahwa di Padang harga gula cukup tinggi, kemudian menginformasikan pengusaha yang baik yang bisa dipakai untuk membantu distribusi," kata Djarot saat menjadi saksi untuk Irman Gusman di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (20/12/2016).

Djarot kemudian menelepon Memi, pengusaha yang dimaksud Irman. Telepon tersebut awalnya untuk memastikan bahwa Memi atau biasa disapa Meme benar-benar seorang pengusaha gula.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Intinya saya ingin mencari tahu siapa Meme yang sebenarnya. Kemudian saya juga telepon ke Kadivreg saya di Padang. Saya mengorek dia apakah pengusaha betulan atau bukan. Yang saya tangkap, dia pengusaha bahan pokok di sana," ujar Djarot.

Kadivre Bulog Sumbar yang dihubungi Djarot adalah Benhur Ngkaimi. Benhur mengkonfirmasi bahwa benar Meme adalah pengusaha gula di Sumbar.

"Saya telepon Kadivre, kurang lebih saya sampaikan ada pengusaha namanya Meme, kawannya Pak Irman Gusman di Padang. Apakah Benhur kenal dengan dia, jawabannya kenal. Dia adalah salah satu pengusaha yang terbesar di sini untuk gula," tutur Djarot.

Djarot kemudian meminta Benhur menindaklanjuti permintaan Meme. Awalnya, berdasarkan data yang didapat Meme mengajukan permintaan pembelian gula impor 3000 ton. Hanya saja pada akhirnya disepakati 1000 ton saja.

"Saya menyampaikan ke Benhur, kalau begitu ditindaklanjuti saja apa yang menjadi permohonan dia.

"Menindaklanjuti apa?" tanya hakim Anshori Sarifudin.

"Menindaklanjuti permohonan untuk membeli dan menyalurkan gula yang ada di Bulog. Setelah saya lihat dokumen yang diajukan 3000 ton. Kalau untuk jumlah sepenuhnya kewenangan dari tim yang ada," jawab Djarot.

Irman Gusman saat ini menjadi terdakwa atas dugaan suap Rp 100 juta yang diterima dari Memi dan suaminya, Xaveriandy Sutanto. Diduga, uang tersebut merupakan fee Rp 300 kg atas upaya Irman membantu Memi dan Sutanto membeli gula impor 1000 ton dari Perum Bulog. (rna/asp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads