"Ada pemahaman agak berbeda, di lain sisi pemerintah pusat memberikan pemahaman bantuan itu pada atlet. Tapi kami yang dibantu itu bukan sekedar atletnya, tapi klubnya juga. Supaya klub bisa tumbuh," kata Djarot kepada wartawan usai blusukan di Jalan Flamboyan, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (20/12/2016).
Menurut Djarot, selama ini pemerintah hanya fokus memberikan bonus pada atlet, namun uang pembinaan untuk klub jarang dilakukan. Padahal klub adalah penghasil atlet berprestasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebab itu ada perbedaan besaran. Hanya perlu diberikan penjelasan saja," lanjutnya.
(Baca juga: Atlet Protes Bonus, Soni: Ada Janji Pak Ahok yang Diurus Kadispora)
Sebelumnya, Plt Gubernur DKI Sumarsono menyebut kisruh protes bonus para atlet yang mengikuti PON Jawa Barat bermula dari janji Ahok. Sumarsono menyebut janji pihak Pemprov DKI tidak terealisasi.
"Ternyata ada janji-janji yang sebelumnya dilakukan oleh Pak Ahok yang pembicaraannya dilakukan olej Kadispora ya sudah saya tidak tahu," kata Sumarsono di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (19/12) kemarin.
Sumarsono juga pernah mengatakan Pemprov DKI sudah menyiapkan dana penghargaan atlet sebesar Rp 300 miliar. Namun ada aturan terkait pembatasan pemberian penghargaan pemerintah pusat melalui Kemenpora. Karena itu bonus dikurangi menjadi Rp 116 miliar.
(bis/fdn)











































