Dana Kampanye Ahok-Djarot Terkumpul Rp 48 M, Ada yang Sumbang Rp 10 Ribu

Dinamika Pilgub DKI

Dana Kampanye Ahok-Djarot Terkumpul Rp 48 M, Ada yang Sumbang Rp 10 Ribu

Bisma Alief Laksana - detikNews
Selasa, 20 Des 2016 15:51 WIB
Dana Kampanye Ahok-Djarot Terkumpul Rp 48 M, Ada yang Sumbang Rp 10 Ribu
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Total sumbangan dana kampanye pasangan cagub-cawagub DKI Basuki T Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat menembus angka Rp 48 miliar. Nominal sumbangan tersebut bervariasi dengan angka terkecil Rp 10 ribu.

"Sumbangan yang kami terima beragam, rata-rata dari terkecil Rp 10 ribu sampai dari perusahaan ada yang Rp 500 juta," kata Bendahara Tim Pemenangan Ahok-Djarot Charles Honoris di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/12/2016).

Sumbangan dana kampanye Ahok-Djarot paling besar berasal dari kegiatan gala dinner yang sering dilakukan oleh keduanya. Dalam sekali gala dinner, Ahok-Djarot bisa mengumpulkan sekitar Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rincian dana Rp 48 miliar itu terdiri dari sumbangan partai politik pengusung sebesar Rp 200 juta, perseorangan Rp 18 miliar, dan badan hukum/swasta Rp 4 miliar. Ada Rp 24 miliar dana belum diketahui penyumbangnya karena belum melampirkan data diri. Dana itu belum bisa digunakan hingga data penyumbang berupa KTP atau NPWP lengkap.

Charles menyebut terdapat lima perusahaan yang menyumbang Rp 500 juta dan sekitar 20 orang yang memberi sumbangan maksimal yakni Rp75 juta.
Sedangkan 15 persen dari penyumbang memberikan donasi dengan jumlah di bawah Rp 50 ribu. Sumbangan berjumlah Rp 50-100 ribu mencapai 29 persen. Dan yang menyumbang di atas Rp 10 juta sebanyak 5 persen dari total penyumbang.

"Target dana kampanye sebesar Rp 80 miliar dapat tercapai hingga Januari," ujar Charles.

Sementara, pengeluaran pasangan Ahok-Djarot selama masa kampanye pasangan yang akrab baru Rp 1,1 miliar. Pengeluaran terbesar datang dari pembuatan atribut atau alat peraga dan operasional kegiatan.

Biaya operasional yang terdiri dari peralatan, konsumsi, logistik dan perlengkapan rumah tangga memakan biaya Rp 859 juta. Sementara untuk administrasi seperti honor tenaga kerja dan alat tulis membutuhkan Rp286 juta.

"Realnya bisa Rp 6-7 miliar, cuma belum dibayarkan. Nanti Januari akan jauh lebih besar," tutupnya.

(bis/imk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini