Penyuap Irman Gusman: Anak-anakku Jangan Malu, Mama Papa Bukan Penjahat

Rina Atriana - detikNews
Selasa, 20 Des 2016 15:35 WIB
Pasutri penyuap Irman Gusman (agung/detikcom)
Jakarta - Dua penyuap Irman Gusman merupakan pasangan suami-istri Xaveriandy Sutanto dan Memi. Keduanya merupakan pengusaha di Padang, Sumatera Barat.

Tak terima dituntut 3 dan 4 tahun bui oleh jaksa penuntut umum, keduanya menyampaikan nota pembelaan di muka persidangan. Salah satu bagiannya, mereka meminta maaf kepada kedua anaknya yang masih berumur di bawah 11 tahun.

"Anak-anakku jangan malu, Papa dan Mama tidak korupsi uang negara, Papa-Mama bukan penjahat. Bahkan Papa-Mama tetap dengan prinsip kita selalu baik hati dan mau menolong masyarakat," kata Memi saat membacakan nota pembelaan mereka di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (20/12/2016).

Menurut Memi, dia dan suamianya hanya berada di waktu dan tempat yang salah saat itu.

"Papa-Mama sangat merindukan kalian dan ingin cepat pulang. Maafkan kami telah menelantarkan kalian. Doakanlah agar perkara ini dapat diputuskan ringan dan kami akan segera pulang," tutur Memi.

Memi dan Sutanto juga berharap dapat ditahan di lapas di Padang. Hal tersebut agar anak-anaknya bisa menjenguk tanpa keluar ongkos yang besar.

"Kami juga memohon kepada Yang Mulia agar kami dapat menjalani masa hukum pidana kami di lapas atau rutan kelas 2B di Anak Air, Kota Padang. Mengingat anak-anak kami yang di bawah umur berada di Kota Padang. Sehingga memudahkan anak-anak kami menengok dan berkunjung tanpa perlu mengeluarkan biaya yang cukup besar," pintanya.

Sutanto dan Memi merupakan pengusaha yang salah satu produk komoditasnya adalah gula. Keduanya diduga menyuap Irman Gusman Rp 100 juta agar Irman membantu mereka mendapatkan kuota pembelian gula impor di Bulog.

Sutanto dituntut 4 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan. Sedangkan Memi dituntut 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan. (rna/asp)