Potret pelaksanaan umrah 2016 ini dipaparkan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kantor Kemenag, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/12/2016).
Foto: Menag Lukman Paparkan Potret Umrah 2016 (Akhmad Mustaqim/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain akibat daftar tunggu ibadah haji yang panjang, peningkatan jumlah anggota jemaah umrah ini disebabkan oleh kesadaran masyarakat untuk beribadah. "Serta peningkatan ekonomi masyarakat," imbuh Lukman.
Paparan itu meliputi pelaksanaan umrah dari November 2015 sampai Juni 2016. Ada 584.924 anggota jemaah umrah di periode itu. Perputaran uang dari aktivitas religius ini juga besar.
"Dengan asumsi harga yang murah, Rp 20 juta, perputaran uang mencapai triliunan rupiah," kata Lukman.
Beberapa sektor ekonomi yang langsung merasakan stimulus dari perjalanan ibadah umrah antara lain sektor penerbangan, perbankan dan leasing, asuransi, dan industri rumah tangga berupa penyediaan perlengkapan umrah.
Diperkirakan sampai akhir 2016, total anggota jemaah umrah akan menjadi sekitar 810.000 orang. Jumlah ini lebih banyak ketimbang tahun sebelumnya, yakni sekitar 710.000 orang.
Selain itu, Lukman menjelaskan, pelaksanaan umrah akan lebih baik lagi karena kini sudah ada aplikasi lewat ponsel yang memungkinkan jemaah melaporkan berbagai keluhan. Ada dua aplikasi di ponsel Android, yakni aplikasi Umrah Cerdas dan aplikasi SIMPU (Sistem Informasi Manajemen dan Pelaporan Umrah).
Umrah Cerdas diperuntukkan bagi masyarakat luas untuk memperoleh informasi tentang penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah serta menyampaikan aduan. SIMPU adalah sistem penyambung informasi antara Kementerian Agama, PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah), provider visa, serta seluruh instansi terkait umrah yang terkoneksi secara online sebagai pusat kendali semua kegiatan umrah.
(dnu/rvk)












































Foto: Menag Lukman Paparkan Potret Umrah 2016 (Akhmad Mustaqim/detikcom)