Terkait Aleppo, KBRI Damaskus: Kondisi WNI di Suriah Aman

Elza Astari Retaduari - detikNews
Selasa, 20 Des 2016 11:42 WIB
Foto: Reuters
Jakarta - Pengungsi dari Aleppo terus mengalir menyusul Tragedi Suriah beberapa waktu terakhir. KBRI Damaskus menyatakan seluruh WNI di Suriah kondisinya dalam keadaan aman.

"Kondisi WNI di Suriah aman," jelas Pejabat Fungsi Pensosbud KBRI Damaskus AM Sidqi saat dikonfirmasi detikcom, Senin (19/12/2016) malam.

Menurut Sidqi, KBRI Damaskus memiliki tiga penampungan di tiga kota yang berada di Suriah. Para WNI tersebar di sejumlah titik tempat perlindungan.

"Sebanyak 22 TKI di shelter Damaskus, 2 di shelter Lattakia, dan 4 di Allepo. Pelajar 26 orang dan staf KBRI 20 orang," jelas Sidqi.

Seperti diketahui, sekitar tiga ribu orang telah dievakuasi keluar dari wilayah Aleppo bagian timur, Suriah. Evakuasi sempat tertunda selama beberapa waktu karena adanya serangan pria bersenjata di Idlib.

Warga yang dievakuasi dibawa ke arah barat menuju ke wilayah Khan al-Assal, sebelah barat Aleppo yang menjadi titik perhentian jalur evakuasi. Dari wilayah Khan al-Assal, pengungsi bisa melanjutkan perjalanan ke wilayah lain.

Berbagai lembaga kemanusiaan turut berpartisipasi dalam proses evakuasi. Cuaca di Suriah yang sedang dingin bahkan terkadang mendekati nol derajat celcius, membuat banyak pengungsi mengenakan pakaian berlapis keluar dari bus evakuasi.

"Sekitar 20 bus yang membawa orang-orang dari Aleppo telah tiba," tutur dokter Ahmad Dbis yang memimpin tim dokter. dan relawan kemanusiaan yang mengkoordinasi proses evakuasi ini, seperti dilansir AFP, Senin (19/12).

Kesepakatan evakuasi yang dimediasi Rusia, sekutu rezim Presiden Bashar al-Assad, dengan Turki yang mendukung kelompok oposisi atau pemberontak Suriah, berulang kali dilanda hambatan. Pihak Iran dan milisi Syiah yang juga sekutu rezim Assad dilaporkan menambah syarat kesepakatan dengan meminta evaluasi juga dilakukan pada dua desa Syiah di Idlib, Fuaa dan Kafraya. Hal tersebut beberapa kali memicu penundaan proses evakuasi yang berlangsung sejak Kamis (15/12). (ear/nwk)