Ingin Revitalisasi Pasar Tradisional, Agus: Perannya Tak Tergantikan

Dinamika Pilgub DKI

Ingin Revitalisasi Pasar Tradisional, Agus: Perannya Tak Tergantikan

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Senin, 19 Des 2016 23:45 WIB
Ingin Revitalisasi Pasar Tradisional, Agus: Perannya Tak Tergantikan
Agus Yudhoyono saat 'gerilya' lapangan. Foto: Gibran Maulana Ibrahim/detikcom
Jakarta - Dalam pidato politiknya Sabtu kemarin yang bertempat di JCC, calon gubernur DKI Agus Yudhoyono sempat menyinggung masalah pasar tradisional. Dirinya berkata akan merevitalisasi pasar-pasar tradisional yang ada di Jakarta.

Revitalisasi ini menurut Agus, penting dilakukan karena peran pasar tradisional di Jakarta tak dapat digantikan. Ini juga agar pasar tradisional dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat Jakarta.

"Kita mengetahui ada kurang lebih 150 pasar tradisional yang ada di Jakarta. Tentu kita ingin revitaliasi pasar-pasar itu menjadi lebih baik lagi kondisinya. Kita berharap pada akhirnya pasar-pasar tradisional itu benar-benar menjadi tempat yang menggerakkan ekonomi kerakyatan," kata Agus di Kampung Gusti, Pejagalan, Jakarta Utara, Senin (19/12/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Agus, jika direvitalisasi dan kondisi pasar menjadi higienis dan tertata rapi, ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi pasar tradisional. Agus menegaskan bahwa peran pasar tradisional tak dapat tergantikan, sekalipun banyak mal-mal yang berdiri kokoh di tengah Ibu Kota yang sudah modern ini.

"Pasar tradisional tidak tergantikan oleh pasar-pasar modern. Tetapi kita juga tentu ingin mendorong pasar-pasar modern dan juga mal yang tumbuh dengan baik pula di Jakarta," ucapnya menjelaskan.

Untuk revitalisasi pasar tradisional ini, Agus berjanji tak akan menggusur pedagang yang sudah lama berjualan. Malah nantinya pedagang lama akan menjadi prioritas sehingga revitalisasi pasar tradisional akan menguntungkan semua pihak.

Selain revitalisasi pasar, dalam pidato politiknya Sabtu kemarin Agus juga ingin merevitalisasi ruang-ruang publik seperti Monas, Taman Ismail Marzuki, Museum Fatahillah, kawasan Kota Tua dan sebagainya. Ini dimaksudkan agar warga Jakarta memiliki pusat tempat kegiatan untul berkreasi dan menampilkan kegiatan-kegiatan kesenian dan kebudayaan. (gbr/elz)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads