Flu Burung Rugikan Jabar Rp 2,1 M
Sabtu, 09 Apr 2005 01:22 WIB
Bandung - Flu burung yang menyerang ternak unggas selama sepekan di Jawa Barat, mengakibatkan kerugian materil sebesar Rp 2,1 miliar. Kerugian ini khususnya untuk unggas ayam buras yang tersebar di pasar tradisional. Dalam perhitungan yang dilakukan oleh Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat, kerugian secara fisik saja, untuk puyuh dan ayam sebesar Rp 150 juta. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat, Iman Nugraha, saat jumpa pers di Gedung Sate,Jalan Diponegoro, Bandung, Jumat (8/4/2005). Sebelumnya, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat melakukan isolasi terhadap 4 kabupaten, khusus tempat yang tertular flu burung. Diantaranya di Kabupaten Sukabumi, sebanyak 105 ayam buras dan 250 ayam ras mati. Di kecamatan Cibadak sebanyak 250 ayam buras mati, kecamatan Palung Kado 250 ayam buras mati, kecamatan Nagra 200 ayam buras mati, dan di kecamatan Cikembar 100 ekor ayam buras mati. Sedangkan di Cirebon sebanyak 12 ribu ekor puyuh mati."Dalam 3 tahun ke depan Jawa Barat diharapkan bebas dari flu burung. Kalau ada kasus lagi, kita tak cukup dengan lihat lokasi saja, perlu lakukan patologinya," jelas Iman Nugraha. Menurutnya, saat ini keempat kabupaten tadi sudah dicabut statusnya, dan ayam-ayam yang tersebar di pasar juga sudah dinyatakan dalam kondisi aman karena sudah diuji dan diperiksa kandungan darahnya. Iman menambahkan, saat ini Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat sudah menyiapkan 48 juta dosis vaksin gratis yang akan disebarkan di seluruh peternakan di Jawa Barat. Sementara itu, telah dilakukan vaksinasi sepanjang 3-5 km di seputar kawasan peternakan. Untuk ke depan, Iman Nugraha juga berjanji akan meningkatkan biosecurity bagi kawasan peternakan.
(ast/)











































