Panglima TNI: Langkah Militer Perlu Untuk Selesaikan Aceh
Jumat, 08 Apr 2005 21:27 WIB
Jakarta -
Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto menegaskan, dalam menyelesaikan masalah Aceh langkah militer perlu dilakukan demi menjalin keutuhan NKRI. Namun begitu, panglima menilai penyelesaian damai akan lebih baik.Hal itu dikatakan panglima usai membuka pameran foto bertema "Bingkai Prajurit" yang diselenggarakan oleh pewarta foto berbagai media di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Jumat (8/4/2005), ketika ditanya mengenai pelaksanaan perundingan lanjutan antara pemerintah RI dan GAM di Helsinki bulan Mei 2005 mendatang."Saya tidak ikut dalam proses itu, karena itu merupakan suatu upaya pemerintah yang akan menghasilkan keputusan politik. Tapi pada prinsipnya, setiap masalah kalau bisa diselesaikan dengan cara damai tanpa banyak jatuh korban dari setiap pihak kan lebih bagus. Tapi prinsip dasar kita, bila upaya yang menghindarkan kekerasan tidak berhasil, kesatuan negara harus di atas segala-galanya," ujar Panglima TNI. Tarto mengatakan, dalam perundingan nanti, GAM diharapkan sudah tidak lagi menolak otonomi khusus yang ditawarkan pemerintah RI. Dan meskipun belum bisa dipastikan akan lahir komitmen dari pihak GAM melalui penyelesaian dengan jalur dialog, hal tersebut tetap harus dilakukan, agar tidak terkesan seolah-olah Indonesia hanya menginginkan cara kekerasan dalam penyelesaian masalah Aceh."Padahal sama sekali tidak. Kalau mereka nyatanya nanti menolak, berarti merekalah yang tidak mau menyelesaikan cara itu dengan beradab. Itu bukan dari pihak kita, kita selalu membuka tangan untuk menyelesaikan masalah itu," katanya.Hanya saja, panglima menjelaskan, memang butuh waktu untuk menyelesaikan masalah Aceh secara damai. Dan bila cara itu akhirnya gagal, tidak ada cara lain kecuali melalui operasi militer. "Operasi militer harus dilakukan agar negara tidak terpecah belah," tegasnya.
(ast/)










































