Pantauan detikcom, ada pedagang ikan dan sayuran yang berjualan di depan trotoar SDN Kemanggisan 10 Pagi, Jakarta Barat pada hari Senin sekitar pukul 09.33 WIB. Sylvi yang melihat hal tersebut langsung melipir.
"Kok jualan di sini? Ini jualan apa? Kenapa enggak di Pasar Slipi sana jualannya?" tanya Sylvi ke pedagang sayuran bernama Didin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sylvi lantas berkata kalau hal tersebut dilarang, apalagi berjualan di trotoar yang diperuntukkan untuk pejalan kaki. Dirinya lantas bertanya apakah pedagang tersebut membayar sewa atau tidak.
"Sewa, Bu. Di sini bayarnya Rp 1.750.000. Sama kalau keamanan jadinya Rp 2.100.000 lah totalnya," ujar Didin.
Didin lantas bercerita ke Sylvi kalau uang tersebut dibayarkan ke salah satu ormas. Selain ormas, biaya tersebut dibagikan ke RT setempat untuk biaya keamanan.
Mendengar hal tersebut Sylvi berjanji akan mengatasi permasalahan tersebut. Dalam kesempatan terpisah kepada wartawan usai bertemu dengan warga RW 06 Kemanggisan, Jakarta Barat, Sylvi memberi pandangan terkait permasalahan ini serta solusi ke depannya.
"Kalau dibilang sudah rapi begini, begini lihat tadi sendiri, kita harus fair, banyak yang harus dibenahi. Trotoar enggak boleh untuk dagang, dijual lagi, katanya lapak punya warga, masa trotoar punya warga?" kata Sylvi kepada wartawan.
"Mereka bayar Rp 2.100.000 ya itu ada buktinya wartawan juga lihat sendiri. Perlu ada pembenahan, malah Pasar Slipinya kurang," imbuhnya.
Sylvi kemudian berkata dirinya akan melihat kembali pada aturan untuk menindak lanjuti permasalahan ini serta memberi solusi untuk PKL yang berjualan di trotoar tersebut, salah satunya adalah jadi pedagang sayur keliling. Dirinya juga punya cara untuk 'melawan' ormas yang membekingi.
"Enggak usah khawatir, saya pernah urusin Monas, dibekingin yang high level tapi ternyata oknum, bukan high levelnya. Kita ngomong dulu, dialog dulu," tutup Sylvi. (gbr/imk)











































