Agus Yudhoyono Ajak Ulama dan Warga DKI Teladani Kepemimpinan Nabi Muhammad

Dinamika Pilgub DKI

Agus Yudhoyono Ajak Ulama dan Warga DKI Teladani Kepemimpinan Nabi Muhammad

Aditya Mardiastuti - detikNews
Senin, 19 Des 2016 11:02 WIB
Agus Yudhoyono Ajak Ulama dan Warga DKI Teladani Kepemimpinan Nabi Muhammad
Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom
Jakarta - Calon gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono bicara soal sosok pemimpin idolanya. Hal itu dia sampaikan saat menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampung Poncol, Rawa Mangun, Jakarta Timur, Minggu (18/12/2016) malam.

Agus, dalam pidatonya menekankan keteladanan Nabi Muhammad SAW. Putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono itu mengajak para jemaah untuk meneladani sikap Rasulullah.

"Kembali kita mencoba memperingati Maulid nabi besar kita kekasih Allah. Kita ingin terus mempelajari dan memiliki juga berbagai sifat dan kemuliaan yang beliau miliki," kata Agus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Agus, sosok nabi Muhammad adalah reformis sejati. Agus mengagumi ketokohan Nabi sebagai pemimpin yang membawa masa pencerahan.

"Tentunya nilai kepemimpinan beliau, Nabi Muhammad adalah tokoh reformis sejati, tokoh fundamental membawa bangsa dalam masa suram menjadi masa beradab dan penuh kemuliaan. Tentu semangat beliau kita teladani dan Insya Allah bisa kita teladani," papar dia.

Dengan semangat itu Agus ingin seluruh masyarakat bergandengan tangan menciptakan suasana yang aman dan nyaman. Meski zaman semakin maju dia tidak ingin akhlak masyarakat tergerus.

"Tentu ingin menjadi manusia yang lebih baik. Kita ingin mewujudkan masyarakat yang semakin baik," ungkapnya.

"Besar harapan saya bapak-ibu, para ulama dan umaroh senantiasa bersatu dan bergandengan karena kita ingin semakin majunya zaman, modern, akhlak masyarakat semakin baik terutama generasi muda kita. Tentu ustazah memiliki peranan penting membangun akhlak," tambahnya.

Untuk itu dia berharap semua pihak baik masyarakat dan pemerintah bekerjasama. Dia optimistis seluruh permasalahan yang ada di Jakarta bisa diatasi.

"Jika umaroh dan umat bersatu, Insya Allah permasalahan saat ini dan di masa depan bisa dicari solusinya. Insya Allah semakin humanis dan demi masyarakat Jakarta," sambungnya.

Acara itu kemudian diisi dengan sambutan para tokoh agama. Salah seorang ulama mengucapkan permohonan maafnya karena tidak menempel spanduk tulisan Majelis Taklimnya.

"Di sini mohon maaf tidak ditempel Majelis Taklim Nurul Qolbi. Meski begitu Insya Allah jadi cahaya kita," katanya.

(ams/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads