Awalnya gempa yang terjadi pada pukul 02.24 WIB itu disebutkan berkekuatan 5,2 skala Richter (SR). Namun Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan gempa itu berkekuatan 5,0 SR setelah pemutakhiran data.
"Hasil analisis pendahuluan yang dikeluarkan BMKG pada 5 menit pertama menunjukkan gempa bumi ini berkekuatan M=5,2. Setelah dilakukan pemutakhiran (update) berdasarkan data analisis final diperoleh parameter dengan kekuatan M=5,0," kata Daryono dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peta tingkat guncangan menunjukkan dampak gempa bumi berupa guncangan dirasakan di Banda Aceh, Sabang, Lhonga, Lambaro, Blangme, dan Ujungkrueng. Menurut laporan, di daerah ini guncangan gempa bumi dirasakan cukup kuat oleh banyak orang, mereka panik akibat guncangan yang tiba-tiba terjadi. Namun demikian hingga saat ini belum ada laporan kerusakan sebagai akibat dampak gempa bumi," jelas Daryono.
Daryono menyebut gempa bumi ini berjenis gempa dangkal apabila ditinjau dari kedalamannya. Dia pun mengimbau agar warga tetap tenang dan tidak perlu khawatir karena gempa tersebut tidak berdampak pada gelombang tsunami.
"Kepada warga masyarakat pesisir barat Aceh, diimbau agar tetap tenang dan tidak terpancing isu karena gempa bumi yang terjadi ini tidak berpotensi tsunami," ujar Daryono.
(dhn/dnu)










































