Komnas HAM Didesak Selidiki Markas Kopassus
Jumat, 08 Apr 2005 20:12 WIB
Jakarta - Kontras dan Ikohi meminta Tim Penyelidik Penghilangan Paksa Komnasham untuk segera melakukan penyelidikan ke tempat-tempat penyekapan dan penyiksaan para aktivis, terutama di Markas Kopassus Cijantung, Jakarta Timur.Selain itu, mereka juga mendesak tim penyelidik penghilangan orang secara paksa Komnas HAM untuk melakukan rekonstruksi terutama pada kasus aktivis yang diculik dan selamat, yakni Andi Arif, Mugiyanto,Aan Rusdianto dan Nezar Patria, serta memeriksa para saksi pelaku.Desakan tersebut disampaikan oleh Ketua Ikohi Mugianto dan Kabid Operasional Kontras Edwin Partogi dalam konperensi pers di kantor Kontras Jalan Borobudur nomor 14, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/4/2005)."Kami menilai bahwa anggota tim penyelidikan penghilangan paksa Komnasham tidak serius. Dalam menguak kebenaran, seputar misteri penculikan dan penghilangan aktivis yang terjadi pada tahun 1997-1998," kata Mugianto.Selain itu, Kontras dan Ikohi menuntut anggota tim penyelidik Samsudin Dan Koesparmono Irsan untuk diganti. "Hal ini perlu dilakukan untuk meminimalisir conflic of interest karena background mereka Kopassus dan polisi," ujarnya.
(jon/)











































