Ini Rencana Cagub Rano Karno Bangun Banten Selatan

Ini Rencana Cagub Rano Karno Bangun Banten Selatan

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 19 Des 2016 09:07 WIB
Ini Rencana Cagub Rano Karno Bangun Banten Selatan
Foto: Bahtiar Rifai-detikcom
Serang - Disparitas antara pembangunan dan kesejahteraan bagian selatan dan utara sejak lama menjadi persoalan sendiri di Banten. Utara dikenal lebih maju lewat pembangunan infrastruktur dan tingkat kesejahteraan masyarakat yang baik dimulai dari Tangerang Raya sampai Cilegon.

Kondisi ini jauh berbeda dibanding selatan yang memiliki lebih luas wilayah dengan tingkat ketertinggalan pada infrastruktur, kesejahteraan dan pendidikan paling buruk khususnya di Pandeglang dan Lebak.

Calon gubernur Banten, Rano Karno mengatakan, pemerataan di wilayah selatan sebetulnya sudah dimulai semenjak dibukanya Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung (KEK). Kemudian, dimulainya pembangunan tol Serang-Panimbang pada awal 2017 adalah upaya pemerintah provinsi untuk mengentaskan ketertinggalan wilayah selatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dua wilayah kabupaten ini yang selama ini terbelakang, saya yakin akan segera mengentas, yakin saya. Ini sebuah konsep yang sudah saya baca," kata Rano Karno yang juga calon petahana di Pilkada Banten saat diwawancarai detikcom beberapa waktu lalu di Panimbang, Lebak.

Rano menyebut saat dirinya menjadi gubernur definitif, sudah ada 15 proyek nasional yang ia bawa masuk ke Banten. Meskipun tidak akan selesai dalam 5 tahun masa jabatan jika dirinya terpilih menjadi gubernur, paling tidak pembangunan Tol Serang-Panimbang pada awal 2017 menurutnya akan sangat membuka kemajuan wilayah selatan.

"Kalau hanya membuat utara lebih hebat dari selatan, (itu) tidak berhasil sebagai pemerintahan," kata Rano menjelaskan.

Ini Rencana Cagub Rano Karno Bangun Banten SelatanFoto: Bahtiar Rifai-detikcom


Dia bercerita wilayah selatan yakni Kabupaten Pandeglang dan Lebak saat masa gubernur Atut Chosiyah minim mendapatkan bantuan dari APBD provinsi. Bahkan, menurut Rano, Pandeglang pernah hanya mendapatkan 5 miliar per tahun dari bantuan provinsi.

Meskipun bantuan terhadap kabupaten dan kota bukan wajib bagi pemerintah pusat, namun, bantuan dilakukan karena komposisi pendapat di daerah seperti Pandeglang masih sangat kecil. Apalagi kondisi jalan, irigasi, jembatan yang buruk.

"Bantuan APBD provinsi untuk Pandeglang nggak pernah lebih dari Rp 10 miliar. Tahun depan Rp 70 miliar, bahkan tahun lalu lebih besar," katanya.

Kemudian Kabupaten Lebak yang juga masih tertinggal, menurut Rano kekuatan fiskal APBD kabupaten ini tidak mencukupi untuk membantu persoalan seperti perbaikan jembatan rusak.

Menurut Rano, berdasarkan laporan dari bupati Lebak, ada 318 jembatan rusak yang ada di seluruh Lebak. Tapi kabupaten ini secara kemampuan keuangan hanya dapat membangun 10 jembatan setiap tahun. Karena itu, bantuan APBD bisa membantu perkembangan Lebak.

"Kemampuan fiskal APBD (Lebak) 10 jembatan pertahun. Jika 300 jembatan rusak berarti butuh 30 tahun. Provinsi bantu di situ, APBN juga masuk bantu jembatan," kata Rano.


Pemekaran Kabupaten di Selatan

Ada 3 daerah yang selama ini meminta agar dilakukan pemekaran di wilayah selatan yaitu Cilangkahan di Lebak, Cibaliung dan Caringin di Pandeglang.

Menurut Rano, permintaan pemekaran ini tertahan akibat ada moratorium dari pemerintah pusat. Dokumen pemekaran sudah ada dan sebetulnya permasalahan pemekaran ini sudah lama diminta.

Menurut Rano, untuk pemekaran wilayah Cilangkahan di Lebak, sejauh ini tidak ada masalah. Ibu kota kabupaten telah dipilih di Malingping. Namun, khusus untuk pemekaran di Pandeglang, karena dua wilayah yang meminta, rasanya hanya 1 daerah yang menurutnya akan dimekarkan.

"Pemekaran di Pandeglang ada masalah karena minta dua Cibaliung sama Caringin. Ini problem kalau ini dua, induknya bisa mati," jelas dia.

Menurutnya, dari hitung-hitungan luas wilayah, potensi daerah dan jumlah masyarakat, kemungkinan yang akan dimekarkan sepertinya Kabupaten Cibaliung. Pemekaran di selatan ini dalam pandangannya adalah untuk mendekatkan pelayanan masyarakat khususnya di wilayah selatan.

Apalagi, predikat sebagai daerah tertinggal dan terbelakang sangat melekat untuk wilayah sana. Tapi, tambah Rano, semenjak dirinya menjadi gubernur definitif, bantuan dan pembangunan akses jalan ke sana diperbaiki dan dibangun.

"Dulu saya kaget kalau di sini ada kota. Dulu ngeri. Jalan ngeri, ngeri, ngeri. Sekarang Alhamdulillah jalan tinggal 3 jam ke sini," kata Rano. (bri/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads