"Oh, tidak sama sekali. Beliau adalah seorang yang memiliki pengalaman yang luar biasa. Mpok Sylvi 30 tahun di birokrasi DKI Jakarta," kata Agus usai menghadiri Maulid Nabi di Cipete, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (18/12/2016).
Calon Gubernur DKI nomor urut satu itu memuji Sylvi sebagai orang yang berpengalaman di birokrasi. Dia memastikan tidak mungkin memposisikan partnernya itu sebagai 'ban serep'. Justru keberadaan Sylvi adalah satu kebutuhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus yakin keberadaan dia dan Sylvi sebagai partner kerja yang saling melengkapi. Dia optimistis kerjasama mereka bakal terkoordinasi dengan baik.
"Saya sangat yakin komitmen kami adalah untuk saling melengkapi. Saya punya sesuatu yang ditawarkan bagi warga Jakarta beliau juga tentunya memiliki banyak hal yang sangat penting untuk dikontribusikan. Kami akan berkoordinasi dengan baik," ujarnya mantap.
Ketika disinggung soal transparasi anggaran APBD, Agus menegaskan akan mengelolanya dengan baik. Suami Annisa Pohan itu yakin prinsip demokrasi adalah transparasi dan akuntabilitas.
"Transparan ya harus dong! Transparansi, akuntabilitas merupakan fondasi dari sebuah demokrasi. Jadi tidak mungkin kemudian tanpa komitmen seperti itu penyelenggara birokrasi bisa berjalan dengan baik. Kita harus terbuka pastinya," tegas dia.
(ams/dnu)











































