Isak tangis pecah ketika mobil ambulance tiba kembali ke hanggar Skadron Udara 32, Bandara Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (18/12/2016) malam, tempat digelar upacara militer.
(M Aminudin/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada lima peti jenazah yang datang lebih dulu, setelah proses penyucian di Gedung Cakrawala kompleks Lanud Abdulrachman Saleh. Tidak berselang lama, peti jenazah lain menyusul datang dan melengkapi 12 kru Hercules naas itu.
Foto: Keluarga menangisi korban Hercules jatuh (M Aminudin/detikcom) |
Para istri, orang tua, anak, dan kerabat tidak hentinya menangis diatas peti jenazah dibungkus bendera Merah Putih.
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Agus Supriyatno bersama istri dan jajarannya, turut berbaur dengan keluarga yang tengah diselimuti duka.
"Tadi baru selesai disucikan. Setelah tiba dibawa dari Biak," ucap Kepala Penerangan dan Perpustakaan Lanud Abdulrachman Saleh Mayor (khusus) Hamdi Londong Allo di lokasi, Senin (19/12/2016), dini hari.
Foto: Keluarga menangisi korban Hercules jatuh (M Aminudin/detikcom) |
Cukup lama keluarga larut dalam kesedihan sebelum digelar upacara militer penyerahan jenazah. Turut dibawa peti jenazah Kapten Rino Pratama, satu penumpang yang berada di dalam pesawat Hercules A-1334 bersama 12 kru lainnya.
"Ada satu penumpang dari Biak, yakni Kapten Rino. Selain 12 kru pesawat," kata KSAU Marsekal Agus Supriyatno. (dnu/dnu)












































(M Aminudin/detikcom)
Foto: Keluarga menangisi korban Hercules jatuh (M Aminudin/detikcom)
Foto: Keluarga menangisi korban Hercules jatuh (M Aminudin/detikcom)