"Aduh, orangnya baik sekali," katanya mengawali perbincangan dengan detikcom di dekat kediaman Fathoni di permukiman penduduk di luar kompleks Lanud Abdulrachman Saleh, Minggu (18/12/2016).
Supaini masih mengenang, lusa lalu dirinya berbincang dengan Fathoni di usaha warung kopi tidak jauh dari kediaman kru bagian Load Master II itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perempuan paruh baya ini tak menyangka, obrolan saat itu merupakan pertemuan terakhir dirinya bersama Fathoni, bapak yang sudah dikaruniai empat orang anak itu. "Waktu itu ada pengajian maulid nabi. Beliau sempat mampir mau pulang, minum kopi dan ngobrol ramai-ramai," terangnya.
Supaini tidak melihat adanya gejala lain atau firasat serta tanda-tanda jika Fathoni akan mengalami musibah bersama belasan awak pesawat hibah dari Australia itu. "Ada pengajian, beliau mampir minum kopi. Tidak menyangka ada kejadian seperti ini," kenang Supaini.
Kediaman Fathoni banyak didatangi kerabat serta masyarakat, mereka hadir untuk mengucapkan belasungkawa. Tenda dipasang di pelataran rumah berlantai dua tersebut. Kesedihan atas datangnya musibah membuat enggan keluarga untuk ditemui. "Mohon maaf," ucap salah seorang kerabat ketika detik.com mencoba mendatangi ruang tamu. (fjp/fjp)











































