DetikNews
Minggu 18 Desember 2016, 15:12 WIB

13 Korban Pesawat Hercules Jatuh di Wamena Akan Diterbangkan ke Malang

Muhammad Aminuddin - detikNews
13 Korban Pesawat Hercules Jatuh di Wamena Akan Diterbangkan ke Malang Foto: istimewa
FOKUS BERITA: Hercules Jatuh di Wamena
Jakarta - Pesawat Hercules C130 A1334 milik Lanud Abdulrachman Saleh jatuh di Gunung Tugima, Wamena, Papua, pagi tadi, masih memiliki sisa waktu penerbangan selama 64 jam, sejak didatangkan dari Australia pertengahan Febuari 2016 lalu.

"Sisa penerbangan masih 64 jam, untuk pesawat yang mengalami kecelakaan di Wamena, tadi pagi, itu," ujar Danlanud Abdulrachman Saleh Marsekal Pertama Djoko Senoputro usai mengunjungi kediaman Peltu Suyata, juru mesin II di Perum Asrikaton Indah, Kabupaten Malang, Minggu (18/13/2016).

Dia menyebut, ada lima unit pesawat yang sama dimiliki Skadron 32 Pangkalan TNI AU Abdulachman Saleh. "Sesuai instruksi pimpinan, semua distop dulu untuk tidak beroperasi," sebut Djoko.

Dia mengaku, sudah menjalankan prosedur perawatan pesawat sebelum berangkat menjalankan misi penerbangan. Kecelakaan yang terjadi, kata dia, diduga disebabkan karena faktor cuaca.

"Tetapi kondisi runway sangat tidak baik. Itu informasi yang kami terima. Tetapi lebih jelasnya menunggu hasil penyelidikan," tegas Djoko.

Dikatakan, bahwa kedepan tidak terjadi lagi, kecelakaan serupa. Dengan berupaya menghindari adanya permasalahan ataupun kesalahan. "Kedepan kami ingin lebih baik, dan baik lagi," harap dia.

Ditambahkan, jika semua jenazah awak dan kru pesawat sudah dievakuasi dan nantinya akan dibawa ke Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh. "Diperkirakan malam tiba disini (Malang), menggunakan Being. Untuk tempat pemakaman kami siapkan di TMP, tetapi nanti kembali dipasrahkan kepada keluarga," sahutnya.

Djoko mengatakan pesawat tersebut tengah menjalankan misi kaderisasi selama lima hari. Pesawat berangkat dari Malang tanggal 17 hingga 21 Desember 2016 dengan rute Malang-Timika.

"Pesawat jalankan misi pemantapan kaderisasi kaptensi. Selama 5 hari, pulang kembali tanggal 21 Desember nanti," kata Danlanud Abd Saleh Marsekal Pertama Djoko Senoputro kepada wartawan usai mengunjungi rumah awak dan kru, Minggu (18/12/2016).

Djoko tidak mengetahui barang yang diangkut pesawat naas itu. Serta penyebab pasti kecelakaan. "Jenis barang yang dibawa, saya kurang tahu. Nanti tim yang disana akan melihat. Sebenarnya cuaca bagus, tapi untuk runway memang kurang baik," tegasnya.

Dia menduga, faktor cuaca menjadi penyebab awal dari kecelakaan pesawat dibeli dari Australia itu. "Kemungkinan awal prediksi karena cuaca," terangnya.


(fjp/fjp)
FOKUS BERITA: Hercules Jatuh di Wamena
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed