Acara tersebut digelar berkaitan dengan peringatan Dies Natalis UGM ke 67 serta memperingati dan mengenang berpindahnya Kampus UGM dari Pagelaran Kraton Yogyakarta ke kawasan Bulaksumur.
Pada awal berdirinya UGM pada tahun 1949, Pagelaran, beberapa gedung atau bangunan milik Kraton Yogyakarta yang oleh (alm) Sri Sultan Hamengku IX dipinjamkan untuk tempat kuliah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tema Niti Laku sekarang ini adalah jadul (jaman dulu-red)," kata Ganjar Pranowo selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) kepada wartawan di Pagelaran Kraton.
Selain semua peserta sebagian besar berpakaian seperti jaman dulu lanjut Ganjar, acara ini dikaitkan dengan kesehatan. Selain jalan sehat juga ada partisipasi para bakul jamu gendong di Yogyakarta dan sekitarnya yang siap menyuguhkan berbagai minuman jamu di kawasan Malioboro dan sekitarnya. Hal ini juga untuk meningkatkan industri jamu untuk pengobatan secara herbal dan industri jamu itu merupakan industri kecil.
"Ini yang kita tonjolkan saat ini dan motto kami, biar jadul tetap sehat," tegas alumni Fakultas Hukum UGM itu.
Dia menambahkan berbagai perwakilan Kagama se Indonesia juga hadir memeriahkan acara tersebut. Perwakilan Kagama di antaranya dari Kagawa DKI Jakarta, Bengkulu, Riau, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi dan lain-lain.
Sementara itu Wakil Ketua Pelaksana Niti Laku, Budi Setiyono menambahkan acara kali ini sudah yang keenam kali ini merupakan gambaran hijrahnya kampus UGM dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ke Bulaksumur. Peresmian gedung kuliah UGM di Bulaksumur oleh Presiden RI pertama, Ir Soekarno.
"Acara niti laku tahun ini disempurnakan menjadi "Niti Laku Perguruan Kebangsaan". Nama ini mencerminkan, UGM itu merupakan pemersatu kebhinekaan.
Kebangsaan mengandung makna keberagaman. UGM cerminan simbol kebinekaan dan merawat kebinekaan itu, karena ada banyak mahasiswa berbagai suku, daerah, agama yang kuliah di UGM," katanya.
Selain alumni dan mahasiswa, acara ini juga dikuti berbagai perwakilan asrama pelajar dan mahasiswa di Yogyakarta yang tergabung Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Daerah (IKPMD). Saat finish di Grha Sabha Pramana UGM akan disambut Rektor UGM Prof Dwikorita, MSc, PhD dan Mensesneg Pratikno.
"Ada dari dari Sumatera Barat, Bengkulu, Bali, Jawa Timur, Papua, Aceh, dan Sulawesi dan lain-lain. Perwakilan masyarakat Yogyakarta, becak dan andong. Ini juga bisa mendukung kegiatan pariwisata di Yogyakarta," pungkas Budi. (bgs/ega)











































