Wapres JK Soroti Minimnya Lapangan Bola di Perkotaan

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Minggu, 18 Des 2016 01:27 WIB
Foto: Wapres JK serius menyaksikan jalannya pertandingan (Edward Febriyanti/detikcom)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bicara soal kekalahan Timnas Indonesia dari Thailand di final AFF Suzuki Cup 2016. JK menyoroti soal bagaimana meningkatkan kualitas pemain Indonesia.

Menurut JK, ada banyak hal yang mesti dibenahi agar sepak bola Indonesia bisa semakin maju di kemudian hari. Dia pun mengkritisi minimnya lapangan bola di kota-kota besar.

"Begini, apa itu sepak bola? Olahraga di lapangan kira-kira yang luas 1 hektar, dengan lama 90 menit dan dimainkan 22 orang. Jadi rata-rata tiap orang bermain hanya 4 menit pegang bola. Sedangkan 87 menit sisanya ke mana? Mereka itu lari sambil berpikir," ujar JK usai acara nonton bareng (nobar) di rumah dinasnya di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/12/2016).

Wapres JK Soroti Minimnya Lapangan Bola di PerkotaanFoto: Wapres JK serius menyaksikan jalannya pertandingan (Edward Febriyanti/detikcom)

"Persoalannya sekarang di mana anak-anak itu bisa lari sambil berpikir? sekarang ini di kota-kota, tidak ada memang lapangan. Dulu di kampung ada lahan. Nah itu masalah utama kita," sambungnya.

JK menuturkan, ada satu pertanyaan yang selama ini tidak bisa dijawab tentang sepak bola Indonesia, yakni bagaimana caranya Timnas sepak bola dapat mengharumkan nama Indonesia di dunia olahraga.

Baca juga: Ekspresi Kekecewaan JK Lihat Timnas Indonesia Dikalahkan Thailand

"Itu satu pertanyaan yang tidak bisa dijawab, karena ini sudah puluhan tahun pertanyaan tentang persepakbolaan kita," jelasnya.

JK menilai dalam pertandingan final piala AFF, Indonesia telah bermain bagus melawan Thailand. Salah satu momen terbaik menurutnya adalah ketika kiper Kurnia Meiga berhasil menggagalkan tendangan penalti tim lawan.

"Oh iya waktu pinalti itu (moment berkesan). Luar biasa memang Kurnia Meiga," imbuhnya. (ed/hri)