Memprihatinkan, Bangunan Sekolah Ini Berdinding Anyaman Bambu di Cianjur

Syahdan Alamsyah - detikNews
Sabtu, 17 Des 2016 10:48 WIB
Foto: Dok. Istimewa
Cianjur - Bangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cipelah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memprihatinkan. Kondisinya parah dengan salah satu ruangan yang atapnya ambruk.

Polisi lalu lintas Polres Cianjur pun berupaya membantu dengan mendistribusikan 600 buku tulis untuk 133 pelajar di sekolah tersebut. Sekolah itu beralamat di Kampung Cipelah, Desa Girimukti, Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

"Alhamdulillah, setelah 4 jam perjalanan menuju lokasi anggota kita tiba di sana dan langsung mendistribusikan bantuan berupa buku tulis. Kami dibuat kaget ternyata kondisi MI Cipelah itu sangat memprihatinkan, dalam waktu dekat ini kami akan ke sana lagi dan berencana melakukan rehab dan perbaikan ruang kelas yang rusak," kata Kasatlantas Polres Cianjur AKP Erik Bangun Prakasa kepada detikcom, Jumat (16/12/2016).

Memprihatinkan, Bangunan Sekolah Ini Berdinding Anyaman Bambu di CianjurFoto: Dok. Istimewa


Erik mengatakan ada 4 kelas dari 8 ruang kelas yang kondisinya sudah tidak bisa dipakai. Setiap harinya, siswa beda kelas belajar dengan cara disekat memanfaatkan 3 ruangan, sementara 1 ruangan sisanya digunakan untuk kantor.

"Saya ngobrol dengan salah seorang pendidik disana, katanya sekolah ini berdiri sejak tahun 1950, selama itu baru dua kali direhab secara swadaya dan sekali dapat bantuan dari pemerintah karena memang sekolah mereka sekolah swasta. Meski begitu, tercatat sudah ribuan orang warga setempat adalah alumni sekolah itu, kita akan coba membantu memperbaiki beberapa ruangan agar bisa dipakai," lanjut Erik.

Memprihatinkan, Bangunan Sekolah Ini Berdinding Anyaman Bambu di CianjurFoto: Dok. Istimewa


Sementara itu dihubungi terpisah, salah seorang tenaga pendidik MI Cipelah, A Nurroni, menyebut kerusakan ruangan kelas diakibatkan kondisi kayu yang sudah lapuk. Dimulai dari atap salah satu ruangan yang ambruk kemudian menjalar ke ruang kelas lainnya.

"Kalau secara swadaya memang sering kita lakukan ada yang sumbang Rp 20 ribu ada yang Rp 50 ribu bahkan ada yang cuma sumbang tenaga. Dari ruang kelas yang rusak satu ruangan Alhamdulillah kita dapat bantuan dari Rumah Zakat di Cimahi, terus rencananya dari Polres Cianjur juga akan bantu. Mudah-mudahan semakin banyak dermawan yang memberikan bantuan untuk lembaga pendidikan kami," ucap Nurroni.

Memprihatinkan, Bangunan Sekolah Ini Berdinding Anyaman Bambu di CianjurFoto: Dok. Istimewa


MI Cipelah berada di pelosok Cianjur, berada di perbatasan antara Cianjur dengan Kabupaten Bandung Barat. Ada 6 tenaga pendidik berstatus non PNS yang setiap bulannya bergaji Rp 500 ribu.

"Alhamdulillah, gaji bukan motivasi kami. Motivasi kami yang sebenarnya adalah mencerdaskan anak-anak kampung sini, jangan karena kondisi kita dipelosok motivasi anak-anak untuk sekolah berkurang. Kita juga rutin jemput bola setiap tahun ajaran baru, agar anak-anak usia sekolah bisa mengenyam pendidikan layak," tutupnya. (dhn/dhn)