detikNews
Sabtu 17 Desember 2016, 09:29 WIB

Muncul Petisi Tolak Erlinda Menjadi Komisioner KPAI Lagi

Danu Damarjati - detikNews
Muncul Petisi Tolak Erlinda Menjadi Komisioner KPAI Lagi Foto: Aditya M/detikcom
Jakarta - Muncul petisi menolak Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda untuk menjabat lagi untuk periode 2017-2022. Petisi itu sudah ditandatangani oleh 714 orang.

Petisi itu muncul di situs change.org, diakses detikcom pada Sabtu (17/12/2016). Petisi dibuat oleh Jaringan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (JPMAI). Petisi ini akan dikirim ke Tim Seleksi KPAI, Kantor Staf Presiden, dan Kementerian Pemberdayan Perempuan dan Anak.

Dalam petisi itu dijelaskan alasan penolakan mereka terhadap Erlinda. Secara umum, Erlinda dipandang tidak berperspektif HAM, diskriminatif, tidak sensitif gender, dan tidak kompeten. Kemudian JMPAI merinci sejumlah poin keberatan mereka terhadap perempuan mantan Sekjen KPAI itu.

Erlinda dianggap tidak menjalankan tugas dengan baik dalam penanganan aduan YV, seorang ibu. Aduan YV adalah soal hak asuh anak, YV adalah ibu dari dua anak. Erlinda dianggap mengkriminalisasikan YV karena Erlinda melaporkan YV ke Polda Metro Jaya.

Erlinda juga disebutnya telah mengintimidasi YV, sampai pernah terlibat baku hantam dengan YV. Pembuat petisi menautkan link video Youtube, namun detikcom belum menemukan adanya video yang memuat baku hantam antara Erlinda dengan orang lain.

Erlinda juga dinilai pernah memberi pernyataan yang bias soal kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak di Jakarta International School (JIS). Pernyataan Erlinda dinilai tidak sensitif terhadap kasus JIS.

Erlinda juga disebutnya pernah melecehkan korban pemerkosaan terkait isu aborsi. Disebutkan di situ, Erlinda justru mengkriminalisasi korban.

"Melalui petisi ini kami menyatakan KEBERATAN Saudari Erlinda, M.P.d menjadi salah satu komisioner KPAI," demikian tulis JMPAI.

Terkait hal ini, Erlinda sendiri tersenyum santai saat dimintai tanggapan. Kemudian dia menyatakan berkeinginan mengklarifikasi poin-poin yang ada dalam petisi itu.

"Saya rasanya ingin mengklarifikasi," kata Erlinda kepada detikcom, Sabtu (17/12/2016).


(dnu/jor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com