Kongres PAN Diwarnai Kisruh Soal ID dan Peserta Ganda
Jumat, 08 Apr 2005 15:52 WIB
Jakarta - Hari kedua kongres ke 2 PAN, banyak peserta yang protes karena tak memiliki ID card akibat adanya peserta ganda. Seperti yang terjadi Jumat siang, (8/4/2005) puluhan peserta memprotes ke panita dan mendatangi press room kongres 2 PAN di Hotel Patra Jasa, Jalan Sisingamangaraja, Semarang.Sepuluh orang pengurus DPD PAN kota Makassar nyaris ribut dengan panitia sekretaiat. Mereka memprotes keluarnya ID card ganda yang diberikan kepada mantan Ketua DPD PAN Makassar Iskandar Tompo yang sudah dipecat oleh DPP.Mereka berteriak-teriak meluapkan kemarahan sambil menggedor pintu sekretariat, untuk meminta klarifikasi. Beberapa petugas dari satgas Simpatik sempat menghadang mereka, namun akhirnya tidak kuasa menahan sehingga mereka bisa memasuki ruangan sekretariat.Sambil berteriak-teriak mereka langsung menggebrak meja, sehingga membuat petugas kesekretariatan yang sebagian perempuan katakutan dan menyingkir. Ketua DPDP PAN Makasar Busrah Abdullah meminta kepada bagian kesekretariatan untuk mencabut ID yang telah dimiliki oleh Iskandar Tompu yang telah dipecat. Mereka juga meminta absensi yang ada di ruang sidang yang masih tertulis atas nama Iskandar Tompu untuk segera diganti dan dicoret.Sementara itu, koordinator sekretariat, Darmanto menyatakan permasalahan ID ganda sebenarnya sudah diselesaikan oleh tim crisis center yang dibentuk oleh DPP PAN semalan. Namun karena masalah teknis sehingga absensi yang ada di ruang sidang, masih tercantum nama pengurus lama. Pihaknya berjanji meneruskan kepada tim crisis center.Perwakilan Indonesia Timur ProtesSelain itu, sepuluh orang anggota DPD PAN perwakilan dari Indonesia Timur mengajukan protes ke panitia kongres 2 PAN karena tidak memperoleh ID card sehingga tidak bisa mengikuti kongres.Perwakilan tersebut meminta penjelasan soal banyaknya perwakilan PAN dari Indonesia Timur yang tidak memperoleh ID card dan merasa tidak mendapatkan pelayanan sebagaimana peserta lainnya. Hingga saat ini pihaknya belum bisa mengikuti acara-acara persidangan.Mereka mengaku sudah menyerahkan berkas jauh-jauh hari sebelumnya. Namun setelah sampai di panitia kongres, berkasnya tidak ada. Sehinga mereka merasa seperti diterlantarkan. Mereka mengeluhkan soal arena kongres yang sebelumnya diputuskan di Surabaya, namun tiba-tiba berubah di Semarang.Chosin Abdullah, DPW Irjabar. John Kowa DPD Sarmin Ppaua, ada perwakialn Suwalwesi Tengah, NTT, Maluku dan Sulwaesi tengah."Sepertinya ada perlakuan istimewa terhadap para tim suskes para kandidat. Tetapi tidak memberikan perhatian kepada peserta yang seharusnya memiliki hak. Karena itu, harusnya orang bisa memahami kami membuat kericuhan dalam persidangan tadi," kata Jon Kowa dari DPD Sarmin Papua.Selain Jon Kowa, juga tampak Chosin Abdullah dari DPW PAN Irjabar, dan perwakilan dari Sulawesi tengah, NTT dan Maluku
(jon/)











































