Pembersihan Puing-puing Pasca Gempa Aceh Ditargetkan Selesai Dalam 2 Minggu

Pembersihan Puing-puing Pasca Gempa Aceh Ditargetkan Selesai Dalam 2 Minggu

Maikel Jefriando - detikNews
Jumat, 16 Des 2016 17:19 WIB
Pembersihan Puing-puing Pasca Gempa Aceh Ditargetkan Selesai Dalam 2 Minggu
Foto: Jumpa pers soal penanganan pasca gempa/ Maikel detikcom
Jakarta - Pembersihan puing-puing reruntuhan bangunan pasca gempa bumi di Pidie Jaya, Aceh ditargetkan selesai dalam kurun waktu 1-2 minggu ke depan. Ini akan menjadi tugas dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

"Atas instruksi atau arahan bapak Presiden dalam waktu 1 minggu - 2 minggu ke depan, Menteri PUPR diperintahkan untuk bisa meratakan membersihkan fasum fasos yang nantinya akan dibangun kembali," kata Menko PMK Puan Maharani usai rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (16/12/2016).

Pembangunan kembali memang membutuhkan waktu yang cukup panjang. Pemerintah, bersama pemerintah daerah akan mendata ulang fasilitas umum yang perlu dibangun dalam waktu dekat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah kemudian adanya data yang akurat berkaitan bagaimana cara pembangunannya, siapa yang akan membangun dan bagaimana pelaksanaan ke depan sesuai dengan mekanisme dan akuntabilitas negara yang baik," terangnya.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menambahkan, proses ini juga nantinya akan melibatkan lembaga lain, seperti BPKP, Kejaksaan hingga Kepolisian, karena berkaitan dengan banyak aset negara.

"Tugas saya pertama adalah pembersihan wilayah dari puing-puing dampak bencana itu. Karena ini menyangkut banyak aset negara, seperti kantor dan sekolah," kata Basuki pada kesempatan yang sama.

Khusus untuk sekolah, Basuki menyatakan, dalam dua minggu ke depan, beberapa sekolah sementara atau semi permanen akan dibangun. Sehingga aktivitas belajar mengajar tetap berlangsung di bulan depan.

"Kita bikin sekolah sementara sebulan jadi Januari minimal selesai semua untuk dipakai semua dan dilanjutkan dengan pembangunan permanen. Terutama ada 150-1200 sekolah rusak dan dibangun kembali," ucapnya. (mkl/rvk)


Berita Terkait