Kebakaran Hutan di RI Menurun dari 2 Juta Jadi 190 Ribu Titik di Tahun 2016

Ibnu Hariyanto - detikNews
Jumat, 16 Des 2016 13:53 WIB
Kebakaran hutan di Riau tahun 2016 (Foto: dok BPBD Riau)
Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengklaim kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun 2016 menurun 82 persen dibanding tahun 2015. Hal itu dilihat dari berkurangnya titik api atau hot spot.

"Dari sisi area (hot spot) yang terbakar sampai Oktober ini. Tahun lalu, 2 juta lebih kebakaran, sekarang tinggal 190 ribu saja," kata Menteri KLHK Siti Nurbaya di Gedung Manggala Wanabakti, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (16/12/2016).

Siti menambahkan, semua itu tidak lepas dari kerja sama KLHK dengan berbagai pihak, seperti TNI, Polri, BNPB, BMKG, LAPAN, BPPT, dan pemerintah daerah. Semua pihak tersebut sudah bekerja dengan keras menangani karhutla.

"Tahun 2016 ini BNPB mengirim pesawat itu 22 sampai 23 sejak bulan Juni, di KLHK sendiri juga ada 1 sampai 2 lah. Kalau di tahun 2015 kemarin saja sampai 142 juta liter water bombing, sekarang saja masih 90 jutaan water bombing. Jadi memang upayanya luar biasa. Semua kerja keras. Bayangin saja, TNI-Polri kerja enggak berhenti, sampai sekarang saya juga masih sering ngecek," tambahnya.

Ia juga menyindir pernyataan negara tetangga terkait Indonesia yang sering terjadi hujan sehingga angka karhutla menurun. Menurutnya, walaupun hujan mengguyur, masih ada 1-2 titik api di Jambi dan Kalimantan.

"Sekarang masih ada 1-2 titik api di Jambi dan Kalimantan. Padahal hujan terus, enggak benar kalau ada hujan enggak ada api. Memang Indonesia sekecil negara tetangga. Lihat Sabang sampai Merauke, bisa saja di sini hujan, di sana enggak hujan," pungkas Siti. (rvk/rvk)