"Hari ini saya dan Mas Anies mendapat brief tentang pendapat ahli komunikasi dan bahasa tubuh mengenai hasil debat kemarin," ujar Sandiaga di Recapital Building, Jalan Adityawarman No 55, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (16/12/2016).
Ada beberapa catatan yang disampaikan kepada Anies dan Sandiaga oleh tim ahli tersebut. Apa yang ditampilkan pada debat disebut Sandiaga telah mewakili lapisan masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahwa kita peduli terhadap lapangan pekerjaan yang semakin sulit untuk warga kelas menengah ke bawah. Ada sebuah kenyataan ketimpangan yang terjadi. Itu riil dan itu lebih dari sekadar data-data dan angka-angka," tambahnya.
Anies-Sandi juga mendapat masukan dari ahli komunikasi. Salah satunya soal bahasa tubuh disebutnya menjadi menjadi bagian penting saat debat.
"Ada beberapa usulan dari bahasa tubuh, bahwa 70 persen dari komunikasi dan debat itu adalah di bahasa tubuh. Di awal-awal kami memang terlihat agak canggung, agak terburu-buru," terang Sandiaga.
Sandiaga mengaku dapat menguasai sebagian besar jalannya debat. Sementara Ahok-Djarot yang menjadi lawan debatnya disebut defensif.
"Tapi di akhir-akhir, terutama di dua pertiga bagian debat, terlihat kami menguasai isu. Dan justru dari Pak Basuki dan Pak Djarot terkesan defensif," akunya. (nkn/nkn)











































