Perekrutan Wanita Sebagai Pengantin Bom Agar Tidak Mencurigakan

Perekrutan Wanita Sebagai Pengantin Bom Agar Tidak Mencurigakan

Bartanius Dony - detikNews
Jumat, 16 Des 2016 10:28 WIB
Perekrutan Wanita Sebagai Pengantin Bom Agar Tidak Mencurigakan
Kapolri Jend Tito Karnavian/ Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Tertangkapnya DYN atau Dian Yulia Novi sebagai calon pengantin bom bunuh diri adalah hal baru di Indonesia. Namun Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan hal tersebut sudah biasa di dunia terorisme agar tidak mencurigakan.

Dia mencontohkan di negara Yordania, Suriah, Afganistan, Irak, dan India sudah ada kelompok teroris yang menggunakan wanita sebagai pengantin.

"Di Suriah, Irak, Afganistan, di Yordania juga sangat biasa. Karena wanita dianggap lebih tidak mencurigakan," ungkap Tito di Rupatama Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (16/12/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia pun mencontohkan dengan kasus pembunuhan mendiang perdana menteri India, Rajiv Gandhi pada tahun 1991 lalu. Saat sedang kampanye, Rajiv Gandhi dikalungi bunga oleh salah seorang wanita yang ternyata rangkaian bunga tersebut adalah bom bunuh diri. Wanita tersebut diketahui sebagai 'pengantin' yang direkrut oleh kelompok teroris Macan Tamil.

"Kita ingat bomnya Rajiv Gandhi, bom bunuh diri, dikalungkan dengan bunga ternyata bunga itu adalah kabel yg merupakan bahan peledak. Yang mengalungkan adalah wanita. Itu yang di India," ucap Tito.

Senada dengan Tito, Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan wanita dianggap tidak mencurigakan dalam melakukan aksi teror.

"Kaum wanita biasanya nggak mengandung kecurigaan karena wanita dilihat lebih irasional kalau melakukan itu. Makanya kelompok teror gunakan wanita biar nggak dicurigai," ujar Boy. (rvk/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads