Dia mencontohkan di negara Yordania, Suriah, Afganistan, Irak, dan India sudah ada kelompok teroris yang menggunakan wanita sebagai pengantin.
"Di Suriah, Irak, Afganistan, di Yordania juga sangat biasa. Karena wanita dianggap lebih tidak mencurigakan," ungkap Tito di Rupatama Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (16/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita ingat bomnya Rajiv Gandhi, bom bunuh diri, dikalungkan dengan bunga ternyata bunga itu adalah kabel yg merupakan bahan peledak. Yang mengalungkan adalah wanita. Itu yang di India," ucap Tito.
Senada dengan Tito, Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan wanita dianggap tidak mencurigakan dalam melakukan aksi teror.
"Kaum wanita biasanya nggak mengandung kecurigaan karena wanita dilihat lebih irasional kalau melakukan itu. Makanya kelompok teror gunakan wanita biar nggak dicurigai," ujar Boy. (rvk/rvk)











































