Soal Rumah Mewah Dubes di Jenewa
Deplu Tidak akan Somasi Le Matin
Jumat, 08 Apr 2005 14:24 WIB
Jakarta - Dapartemen Luar Negeri (Deplu) tidak akan melayangkan somasi kepada harian Swiss, Le Matin terkait pemberitaan pembelian rumah mewah untuk rumah dinas Dubes dan Kepala Perwakilan tetap RI di Jenewa Makarim Wibisono."Kita tidak akan melakukan somasi," kata Juru Bicara Deplu Marty Natalegawa kepada wartawan dalam media briefing di Deplu, Jl. Pejambon, Jakarta, Jumat (8/4/2005).Le Matin dalam beritanya mengkaitkan pembelian rumah untuk Makarin di Jenewa seharga Rp 72 miliar itu dengan bantuan untuk bencana tsunami yang baru diterima Indonesia. Le Matin menulis, ketika masyarakat dunia menyumbang untuk Indonesia yang baru dilanda bencana tsunami, Pemerintah Indonesia mengeluarkan dana sebesar 8,1 juta dollar atau 9,6 juta franc atau 6,3 juta euro untuk membeli sebuiah rumah di kawasan elite Jenewa, Collonge-Bellerive. Le Matin juga memerinci, fasilitas rumah tersebut yakni beranda yang luas, kolam renang, taman yang luas, pelayan domestik, dan lapangan voli. Selisih KursMarty menjelaskan, rumah untuk Dubes di Jenewa dibeli tunai karena Deplu memiliki kelebihan anggaran tahun 2004. Kelebihan itu terjadi karena adanya selisih kurs akibat meningkatnya nilai tukar Euro. "Atas dasar itu Deplu membelikan Wisma untuk Makarim," kata Marty. Selain Dubes, di Jenewa ada 2 kepala perwakilan dan perutusan tetap. Untuk sewa kantor mereka menghabiskan 30 ribu dolar AS perbulan.
(iy/)











































