"Saat ini ke-13 orang WNA tersebut sudah bertemu dengan tim evakuasi yang mendaki 2 hari lalu di posisi Kulit Manis 2," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Goenawan dalam keterangannya kepada detikcom, Kamis (15/12/2016) malam.
Menurut Goenawan, ke-13 orang warga Malaysia tersebut diperkirakan akan tiba di titik awal pendakian di Dusun Kedah Kampung Penosan Sepakat Kecamatan Blang Jerango, Gayo Lues, pada Jumat (16/12) sore.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip detikcom dari situs resmi Basarnas, pendaki asal Malaysia yang mengalami sakit di bagian perut adalah Ahmad Nazit. Ada 22 orang yang mendaki saat itu yaitu 13 warga Malaysia dan 9 porter asal Indonesia. Mereka mendaki dari Keudah, Gayo Lues.
Tim SAR mendapat informasi tentang adanya pendaki yang mengalami sakit pada Sabtu (10/12) lalu sekitar pukul 21.27 WIB. Enam personel kemudian dikerahkan untuk menuju ke Gayo Lues dengan membawa peralatan mountainering.
Mereka tiba di posko pintu Keudah Gayo Lues pada Minggu (11/12) pagi. Setelah berkoordinasi dengan pihak terkait, mereka mulai melakukan evakuasi.
"Namun dikarenakan kondisi lokasi yang tidak efektif maka disepakati bahwa tim pendaki untuk turun ke posko dengan membawa korban. Hal ini dikarenakan waktu tempuh pendakian dari Posko Pintu Keudah ke lokasi Bipak Kaleng kurang lebih enam hari perjalanan serta cuaca yang kurang mendukung," tulis situs resmi Basarnas.
Tim SAR gabungan sudah mulai mendaki sejak Rabu (14/12) kemarin. Hingga kini, SAR masih terus memantau dan berkoordinasi dengan tim pendaki.
(fdn/fdn)










































