Bahan Bakar Angkutan Umum di Jakarta akan Diganti BBG

Bahan Bakar Angkutan Umum di Jakarta akan Diganti BBG

- detikNews
Jumat, 08 Apr 2005 14:19 WIB
Jakarta - Rencananya, bahan bakar semua angkutan umum di Jakarta akan diganti BBG (bahan bakar gas). Hal ini ditempuh untuk mengurangi tingkat pencemaran udara di ibu kota. Hal ini menjadi kesepakatan bersama antara Pemprov DKI, Pertamina, dan PGN (Perusahaan Gas Negara). MoU ditekan di Balaikota, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (8/4/2005) oleh Gubernur DKI sutiyoso, Dirut Pertamina Widya Purnama, dan Dirut PGN WMP Simandjuntak. Penandatangan MoU ini disaksikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro. Menurut WMP Simandnjuntak, penggunaan gas bumi sebagai bahan bakar kendaraan bermotor sangat berpengaruh pada kualitas lingkungan sekitarnya, karena gas bumi merupakan energi yang ramah lingkungan. Dengan dialihkannya penggunaan bahan bakar bensin dan solar ke gas bumi, maka akan terwujud udara yang bersih dan sehat di Jakarta. "Tingkat polusi atau pencemaran udara di Jakarta sudah masuk dalam tahap mengkhawatirkan, sehingga perlu diambil suatu kebijakan yang mendukung kebijakan pemerintah, yaitu program Langit Biru yang telah lama digulirkan," kata dia. Menurut dia, kesepakatan bersama ini akan dapat mengurangi ketergantungan kendaraan umum pada BBM, sehingga biaya yang dikeluarkan untuk mengkonsumsi BBM dapat ditekan serendah mungkin. Rencananya, kata Simandjuntak, akan ada 9.000 taksi dan 1.400 bus yang akan dipindah ke bahan bakar gas. Bila hal ini terwujud, kata dia, maka akan terjadi penghematan sebesar US$ 6 juta per bulan. Sementara Sutiyoso menyatakan, kesepakatan ini dibuat dalam rangka kesungguhan Pemda untuk merealisasikan Perda nomor 2/2005 tentang pengendalian pencemaran udara. Untuk tahap pertama, kata dia, angkutan umum yang akan dipindah bahan bakar gas adalah busway koridor II dan III. (asy/)


Berita Terkait