Agus berjanji akan mensejahterakan kembali pengemudi bajaj yang saat ini menurutnya sedikit tersisihkan keberadaannya dengan hadirnya bermacam moda transportasi di Ibu Kota. Agus berkata akan meyakinkan kembali regulasi transportasi di Jakarta agar semuanya merasa diuntungkan.
"Kita yakinkan lagi regulasi di Jakarta supaya adil. Semua harus mendapat tempat yang baik dan peluang yang baik. Tentu sekarang makin tumbuh moda transportasi lain tapi pengemudi bajaj ini dapat diperhatikan kesejahteraannya melalui koperasi, juga termasuk fasilitas yang baik pula," ujar Agus di Cipete Utara, Jakarta Selatan, Kamis (15/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita justru bisa jadikan bajaj sebagai ikon Jakarta, peninggalan tradisi ini dibuat menarik. Kota di dunia tak meninggalkan transportasi tradisionalnya ya, ada tuk-tuk di Thailand, even di UK juga ada sendiri," jelas Agus kepada pewarta.
Menurut Agus, moda transportasi bajaj masih dibutuhkan namun dalam lingkup yang terbatas. Oleh karenanya, Agus akan memberikan ruang kepada para pengemudi bajaj untuk tetap mencari nafkah di Jakarta, kota yang sudah maju ini.
"Yang penting bagi saya berkeadilan walaupun ada kemajuan jaman tapi kita harus perhatikan mereka yang sudah lama mencari penghasilan dengan mengemudikan bajaj ini. Dicari keunikannya. Melalui support dari pemerintah dan komunitas lainnya, ini bisa terjadi," papar Agus. (gbr/imk)











































