Hadi Purnomo Kembali Meminta Faisal Basri Tunjukkan Bukti

Hadi Purnomo Kembali Meminta Faisal Basri Tunjukkan Bukti

- detikNews
Jumat, 08 Apr 2005 14:18 WIB
Jakarta - Perang pernyataan antara pengamat ekonomi Faisal Basri dengan Dirjen Pajak Hadi Purnomo terus berlanjut. Setelah Faisal kemarin menyatakan agar aparat pajak diperiksa melalui pembuktian terbalik, giliran Hadi Purnomo menanggapi."Kita minta buktinya. Kalau ada informasi mana buktinya. Supaya kita bisa mengambil tindakan. Kalau tidak ada, ya sudah selesai," kata Dirjen Pajak Hadi Purnomo kepada wartawan di Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat, (8/4/2005).Sebelumnya, dalam sebuah diskusi di PMKI, Kamis (7/4/2005) kemarin, Faisal Basri menantang Dirjen Pajak Hadi Purnomo untuk melakukan pembuktian secara terbalik terkait dugaan penyelewengan penerimaan negara dari sektor pajak sebesar Rp 40 trilyun."Saya tuntut Dirjen Pajak untuk melakukan pembuktian secara terbalik. Buktikan seperti yang mereka katakan kalau tidak korupsi. Buktikan mereka tidak melakukan hal-hal yang dituduhkan," kata Faisal Basri.Mendapat permintaan tersebut, Hadi Purnomo tak mau menanggapi. "Kita sudah selesaikan. Kita minta buktinya," kata Hadi. Namun ia tidak menjelaskan apa maksud dari pernyataan kita sudah selesaikan.Hadi hanya meminta pihak-pihak yang menuding adanya penyelewengan di Dirjen Pajak untuk memberikan bukti-bukti penyelewengan. Pihaknya akan mengambil tindakan kalau bukti-bukti tersebut sudah ada.Saat ditanya wartawan apakah dirinya membantah berbagai tudingan yang dialamatkan ke lembaga yang ia pimpin, Hadi hanya mengatakan, "Saya bukan membantah. Tetapi kalau mengambil tindakan terhadap bawahan saya, perlu bahan," ujarnya. Menurut Hadi, pihaknya sudah mengirimkan surat kepada pengamat ekonomi Faisal Basri yang isinya meminta informasi dan data-data penyelewengan. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih atas informasi dari Faisal Basri. "Saya hanya menulis surat. Pak Faisal pertama saya ucapkan terima kasih atas informasinya. Kami akan mengambil sikap pada anggota kami. Oleh karena itu, perlu bukti. Kami perlu klarifikasi," imbuh Hadi. (jon/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads