KASAD Ingatkan Prajuritnya Netral di Pilkada, yang Melanggar Akan Dihukum

KASAD Ingatkan Prajuritnya Netral di Pilkada, yang Melanggar Akan Dihukum

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 15 Des 2016 18:35 WIB
KASAD Ingatkan Prajuritnya Netral di Pilkada, yang Melanggar Akan Dihukum
Foto: Dokumentasi Kodam IV/Diponegoro
Semarang - Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Mulyono mengingatkan seluruh anggota TNI AD untuk netral dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2017. Ada sanksi yang siap menanti bagi anggota yang melanggar aturan ini.

"Seluruh prajurit paham netralitas TNI tidak bisa ditawar, artinya prajurit tidak boleh melanggar. Ada resiko dan proses hukumnya kalau melanggar," kata Mulyono usai upacara peringatan Hari Juang Kartika di lapangan Pangsar Jenderal Sudirman, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (15/12/2016).

Peringatan Hari Juang Kartika tahuhn ini mengangkat tema 'Melalui Hari Juang Kartika Kita, Mantapkan Jati Diri TNI AD dan Kemanunggalan TNI-Rakyat Guna Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian' itu. KSAD mengingatkan prajuritnya untuk instropeksi diri dan memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban TNI AD kepada rakyat atas pembangunan kekuatan yang telah dilaksanakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"TNI AD meyakini bahwa TNI akan kuat jika senantiasa manunggal dengan rakyat, karena kekuatan TNI yang didukung oleh rakyat merupakan bentuk aplikasi pertahanan semesta yang melibatkan seluruh potensi Bangsa dalam ikut serta membela Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegasnya.

KASAD Ingatkan Prajuritnya Netral di Pilkada, yang Melanggar Akan DihukumFoto: Dokumentasi Kodam IV/Diponegoro


Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan juga berbagai kegiatan bakti sosial di antaranya pengobatan umum, pemeriksaan gigi, donor darah, pemeriksaan mata dan pembagian kaca mata baca, pelayanan KB Kes dan Khitanan Massal sejak, Rabu (14/12) kemarin. Operasi katarak gratis juga digelar bagi warga di pelosok desa yang hingga kini belum tersentuh pengobatan penyakit mata tersebut.

"Ini merupakan refleksi dari jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional yang senantiasa harus manunggal dengan rakyat serta mengedepankan kepentingan masyarakat bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia di atas segala-galanya," tuturnya. (alg/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads