LSI mengambil 800 sampel survei untuk dilakukan wawancara secara tatap muka. Populasi survei ini seluruh warga negara Indonesia di Provinsi DKI Jakarta yang memiliki hak pilih, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun. Survei dilakukan dari tanggal 3 sampai 11 Desember 2016.
Metode yang digunakan multistage random sampling dengan margin of error lebih kurang 3,5 persen. Quality control hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen. "Dibandingkan dengan temuan pada pertengahan November lalu, meski masih berada dalam rentang kesalahan survei, dukungan terhadap Ahok terindikasi mengalami peningkatan, Agus mengalami penurunan, sementara Anies dan kelompok mengambang stabil," kata Direktur Eksekutif LSI Kuskridho Ambardi di Hotel Century Park Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (15/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Andhika Prasetia/detikcom |
Menurut hasil survei LSI, ketika responden ditanya secara spontan soal pilihan di Pilgub DKI 2017, dukungan untuk Ahok meningkat sebesar 6,1 persen menjadi 25,5 persen. Dukungan untuk Agus melemah 2,1 persen menjadi hanya 20,2 persen adapun Anies dari 17,4 persen menjadi 16,1 persen. Adapun responden yang belum menentukan pilihan masih 36,8 persen atau turun sekitar 3,3 persen dibanding bulan sebelumnya.
Pada simulasi tiga nama calon gubernur, Ahok menguat sekitar 5,6% menjadi 32.9%. Agus melemah sekitar 4,8% menjadi 25,1%, Anies stabil di sekitar 23%, dan kelompok mengambang juga tidak berubah di sekitar 18-20%.
Saat dilakukan simulasi tiga pasangan nama calon gubernur dan wakil gubernur, duet Ahok-Djarot di urutan teratas dengan 31,8% atau naik sekitar 5,6% dibanding sebelumnya. Di urutan kedua, pasangan Agus-Sylvi dengan 26,5% atau turun sekitar 3.9% dari sebelumnya. Sementara pasangan Anies-Sandi di urutan ketiga tidak berubah di sekitar 23,5 sampai 24,5%. Sementara kelompok mengambang juga tampak stabil di sekitar 17 sampai 19%. (dkp/erd)












































Foto: Andhika Prasetia/detikcom