Wajah Desa Terparah Akibat Gempa, 90 Persen Rumah Kini Tak Bisa Dihuni

Gempa Aceh

Wajah Desa Terparah Akibat Gempa, 90 Persen Rumah Kini Tak Bisa Dihuni

Agus Setyadi - detikNews
Kamis, 15 Des 2016 16:09 WIB
Wajah Desa Terparah Akibat Gempa, 90 Persen Rumah Kini Tak Bisa Dihuni
Foto: Agus Setyadi/detikcom
Pidie Jaya - Gempa berkekuatan 6,5 SR mengguncang Aceh dan merusak berbagai bangunan di Pidie Jaya. Desa Kuta Pangwa di Kecamatan Trienggadeng menjadi salah satu daerah terparah akibat gempa. 90 persen rumah di sana tidak dapat ditempati lagi.

Tingkat kerusakan rumah di desa yang terletak di pinggir jalan lintas Banda Aceh-Medan ini beragam. Ada yang rata dengan tanah, retak-retak ataupun miring. Warga tidak berani lagi menempati rumah tersebut. Pasalnya, jika ada gempa susulan dikhawatirkan segera ambruk.

"Warga mendirikan tenda di depan rumah masing-masing. Tidak berani lagi tidur di rumah," kata Kepala Desa Kuta Pangwa, Marthonis, Kamis (15/12/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menyusuri Desa Terparah karena Gempa, 90 Persen Rumah Kini Tak Bisa DihuniFoto: Agus Setyadi/detikcom

Selain rumah, satu masjid di desa ini juga rusak parah. Kondisi masjid Jami' Quba Pangwa hancur total.

Saat detikcom menyusuri Desa Pangwa beberapa hari lalu, puing-puing bangunan rumah yang hancur masih berserakan. Warga memilih menghabiskan waktu di tenda pengungsian yang dibangun di depan rumah masing-masing, per lorong atau di posko utama di meunasah desa.

Kondisi di sana memprihatinkan. Rumah baik yang terbuat dari beton ataupun kayu sudah tidak ada yang layak huni. Saat gempa mengguncang, 15 warga tewas akibat tertimpa bangunan dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Pada hari pertama, jenazah korban disemayamkan di bawah tenda di depan meunasah. Perangkat desa memandikan satu persatu jenazah. Setelah semuanya siap, baru pada malam hari dikebumikan secara massa di pemakaman umum dan beberapa di kuburan keluarga.

Marthonis berkisah, ketika bumi bergoncang, warga di sana berusaha keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Sebagian berhasil dan banyak yang tertimpa reruntuhan. Teriakan minta tolong terdengar di mana-mana. Suasana mencekam.

"Warga pikir keluarga masing-masing saat itu. Masing-masing menolong keluarga sendiri," jelas Marthonis.

Menyusuri Desa Terparah karena Gempa, 90 Persen Rumah Kini Tak Bisa DihuniFoto: Agus Setyadi/detikcom

Rumah Marthonis juga ikut ambruk. Ia dan keluarga berhasil menyelamatkan diri dari celah kecil. Ukurannya hanya muat satu badan. Kondisi saat itu diperparah karena listrik tiba-tiba padam.

"Saya raba-raba agar dapat keluar. Ibu saya meninggal dan baru berhasil dievakuasi sekitar pukul 06.00 WIB pagi," ungkap Marthonis.

Di desa yang dipimpinnya, terdapat sekitar 800 lebih warga. Menurut Marthonis, ratusan rumah di desanya rusak akibat gempa. Rata-rata tidak dapat dihuni lagi.

"Sekitar 90 persen rumah rusak," kata Marthonis.

Seorang warga Kuta Pangwa, Siti Aminah (45) bercerita, ketika gempa berguncang, rumah yang ditempatinya tiba-tiba ambruk. Ia bersama keluarga berusaha keluar di tengah kegelapan. Ia memanggil-manggil anaknya yang tidur di rumah terpisah.

Menyusuri Desa Terparah karena Gempa, 90 Persen Rumah Kini Tak Bisa DihuniFoto: Agus Setyadi/detikcom

Begitu ada suara dari orang yang dipanggilnya, Aminah dan suami serta anaknya segera lari ke perbukitan yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Mereka ingin menyelamatkan diri karena khawatir tsunami melanda.

Baru sekitar pukul 06.00 WIB mereka turun ke desa dan melihat kondisi sudah porak-poranda. Aminah hanya pasrah melihat "istana kecil" miliknya rata dengan tanah.

"Kini kami harus tinggal di pengungsia. Tidak ada lagi rumah yang bisa kami tempati," kata Aminah.


(try/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads