"Pertama bahwa dari hari kedua pasca gempa, Kementerian Sosial sudah kirim tim trauma healing 13 orang. Bertambah kemudian sampai 40 orang," kata Khofifah di Pidie Jaya, Aceh, Kamis (15/12/2016).
"Mereka yang turun di sini itu sebetulnya tim yang juga dulu turun di tsunami dan di berbagai bencana alam maupun bencana sosial lainnya. Bencana sosial itu asap, kategorinya sosial," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini ada 33 orang (relawan yang bertugas), jadi memang sistemnya on-off seperti itu. Kami akan melanjutkan proses trauma healing, trauma conselling dan psychosicial theraphy," ujar Khofifah.
Fokus itu, kata Khofifah, dilakukan usai tim melakukan sejumlah pemeriksaan terhadap yang menjadi kebutuhan para korban gempa sesuai dengan hasil rapid assessment yang dilakukan tim Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS)
"Rapid assessment itu kemarin baru fokus pada 4 titik dari 8 titik pengungsian dalam koordinasi Kemensos. Berfokus pada kelompok yang potensial rentan seperti ibu hamil, lansia, penyandang disabilitas dan anak-anak," tutur Khofifah.
Menurut Khofifah, hasil rapid assessment juga sudah dilaporkan ke Menko PMK Puan Maharani dalam rapat koordinasi kemarin.
"Jadi kalau nanti Pak camat merasa membutuhkan, rencana tim ini kan kerja dua bulan, tapi kalau dibutuhkan lebih dari dua bulan kami siap," imbuhnya. (kst/idh)











































