Kena OTT KPK, Deputi Bakamla Terima Suap terkait Pengadaan Satelit Pemantauan

Kena OTT KPK, Deputi Bakamla Terima Suap terkait Pengadaan Satelit Pemantauan

Jabbar Ramdhani, Dhani Irawan - detikNews
Kamis, 15 Des 2016 14:11 WIB
Kena OTT KPK, Deputi Bakamla Terima Suap terkait Pengadaan Satelit Pemantauan
Deputi Bidang Informasi Hukum dan Kerja Sama Badan Keamanan Laut (Bakamla) Eko Susilo Hadi ditahan penyidik KPK.Deputi Bakamla Eko Susilo Hadi
Jakarta - Deputi Bidang Informasi Hukum dan Kerja Sama Badan Keamanan Laut (Bakamla) Eko Susilo Hadi menjadi tersangka kasus suap sebesar Rp 2 miliar. Duit suap diduga terkait dengan pengadaan satelit pemantauan (monitoring satellite) di Bakamla.

"Diduga pemberian kepada pejabat Bakamla terkait pengandaan mointoring satellite di Bakamla RI tahun 2016 dengan sumber pendanaan APBNP," kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (15/12/2016).'

Eko Susilo Hadi tertangkap usai menerima uang Rp 2 miliar pecahan USD dan SGD dari pihak PT MTI yakni HST dan MAO. Penyidik KPK mengamankan ketiganya di kantor Bakamla Jl Soetomo, Jakarta Pusat pada Rabu (14/12).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah melakukan pemeriksaan 1 kali 24 jam pasca penangkapan dan gelar perkara, KPK meningkatan status penanganan perkara ke penyidikan sejalan dengan penetapan 4 orang sebagai tersangka. Mereka adalah HST, MAO, FD Direktur PT MTI dan ESH," imbuh Agus.

Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya TNI Arie Soedewo kepada wartawan sebelumnya menyebut adanya pengadaan bidang sistem surveillance. Pengadaan tersebut di antaranya long range camera, monitoring satellite dan pengadaan backbone coastal surveillance system.

Dari penelusuran detikcom di lpse.bakamla.id, Kamis (15/12), 3 proyek yang dimaksud Arie telah selesai lelang semua. Ketiganya yaitu long range camera, monitoring satellite dan pengadaan backbone coastal surveillance system.

Untuk long range camera, nilai pagu paketnya Rp 102.057.071.000. Lelang diikuti 32 peserta dengan pemenang lelang PT Zhasa Putra Deratama dengan HPS (Harga Perkiraan Sendiri) Rp 101.897.953.520,29.

Kemudian untuk monitoring satelit, nilai pagunya Rp 402.710.273.000. Lelang diikuti 41 peserta dengan pemenang lelang Melati Technofo Indonesia dengan HPS Rp 402.273.025.612.

Lalu untuk backbone coastal surveillance system, nilai pagunya Rp 400.000.000.000. Lelang diikuti 31 peserta dengan pemenang lelang CMI Teknologi dengan HPS Rp 399.805.206.746.

(fdn/fjp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads