Sandiaga tiba pukul 11.30 WIB di Jalan Bentengan V, Kelurahan Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (15/12/2016). Menggunakan kaos berkerah lengan pendek warna putih, dia langsung disambut warga.
"Pak Anies, selamat datang di RT kami," kata seorang ketua RT 04 Haji Supadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Noval Dhwianuari Antony/detikcom |
Mendengar penyebutan nama yang diberikan ke Sandiaga salah, warga dengan kompak membenarkan. Sandiaga pun hanya tersenyum menatap ketua RT tersebut.
"Sandi Pak, Sandiaga namanya," teriak warga dengan kompak.
Supadi kemudian melanjutkan sambutannya. Namun berkali-kali dia masih saja memanggil Sandiaga dengan nama Anies. Warga juga tanpa henti membenarkannya. Hal tersebut sempat menjadi canda tawa warga.
"Dengan datangnya Pak Anies ke tempat kita, kami doakan Bapak nanti terpilih menjadi Bapak kita, Bapak Gubernur kita," ujar Supadi lagi.
"Sandi Pak," sahut warga lagi dengan tawa.
Memberi sambutan untuk menyampaikan visi dan misinya, Sandiaga menilai tidak masalah dipanggil nama Anies. Baginya, selama warga memilih nomor 3, dia ikhlas.
"Saya Sandi Pak, nama lengkapnya Haji Sandiaga Salahudin Uno, biasa dipanggil Bang Sandi. Tapi kalau semua di sini pilih Anies-Sandi, pilih nomor 3 enggak apa-apa. Saya ikhlas," jelas Sandi ke warga dengan tawa.
Dalam kampanyenya, Sandiaga kembali mensosialisasikan program One Kecamatan One Center (OKOC) ke warga. Dia berjanji, program tersebut dapat menciptakan lapangan kerja buat warga jika dirinya terpilih.
"Bapak ibu sekalian, kami memiliki program OKOC, akan ada pusat-pusat wirausaha di setiap kecamatan nantinya. Ini akan menciptakan lapangan kerja baru," katanya ke warga.
(dnu/dnu)












































Foto: Noval Dhwianuari Antony/detikcom